Wisata Gunungkidul berupa Gua Pindul belum menunjukkan peningkatan jumlah pengunjung pada H+1 Lebaran 2016. (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja) Wisata Gunungkidul berupa Gua Pindul belum menunjukkan peningkatan jumlah pengunjung pada H+1 Lebaran 2016. (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 10 Oktober 2017 14:40 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Tersangka Penipuan Voucer Wisata Mengaku Kepercayaan Pusat

Tersangka penipuan voucer mengelabui korban dengan mencatut institusi Kemenpar.

Solopos.com, GUNUNGKIDUL— Tersangka dugaan penipuan voucer wisata di Gunungkidul mengelabui korban dengan mengaku sebagai orang kepercayaan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Puluhan orang menjadi korban penipuan pelaku.

Salah seorang guru SD asal Kecamatan Purwosari, Kuswati menjadi salah satu korban penipuan voucer wisata. Dia sempat terkecoh karena saat tersangka mendatangi sekolah sangat meyakinkan di depan sejumlah guru. “Awalnya saya dan beberapa guru di sekolah didatangi oleh pelaku, dia [pelaku] mengaku dari perwakilan pesona wisata, Kemenpar,” kata warga Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul itu, Selasa (10/10/2017).

Menggunakan modus tersebut tersangka kemudian menawarkan sebuah kartu atau voucer wisata dengan harga Rp150.000. Berbekal kartu tersebut pemilik diyakinkan dapat menggunakannya untuk masuk ke seluruh objek wisata di Indonesia dan akan mendapatkan potongan harga hingga 50%.

“Saya pun akhirnya membelinya, kemudian saya coba gunakan voucer tersebut ke sejumlah objek wisata di Jogja tapi ternyata tidak bisa. Dan setahu saya ada 24 guru lainnya yang juga ikut membeli voucer dan jadi korban penipuan,” ujar Kuswati.

Kapolsek Purwosari, AKP Mursidianto mengatakan dalam penyelidikan yang dilakukan di wilayahnya terdapat 24 korban penipuan voucer palsu. Salah satu korban yakni Kuswati adalah yang pertama melapor ke polisi perihal dugaan kasus penipuan.

“Di Purwosari sendiri korbannya ada 24, wilayah lain seperti Kecamatan Wonosari juga banyak. Meskipun kasus ini sudah ditangani oleh Polsek Wonosari dan tersangka sudah ditahan disana [Polsek Wonosari], tapi proses masih lanjut terus,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Wonosari, Kompol Sutama mengatakan di Kecamatan Wonosari sendiri terdapat 30 korban penipuan voucer wisata tersebut. Pihaknya pun sudah mengamankan tersangka berinisial MSC warga Kecamatan Umbulharjo, Kota Jogja.

Dalam pemeriksaan tersangka mengakui telah menjual voucer tersebut kepada puluhan guru di Gununungkidul. Tersangka juga mengku untuk meyakinkan korbannya, dia mengenalkan diri sebagai sebagai agen wisata yang telah dipercaya oleh Kemenpar.

“Bukan perwakilan dari Kemenpar tapi katanya sudah dipercaya Kemenpar untuk menyosialisasikan dan menjual voucer tersebut. Tapi mengenai hal itu saat ini kami masih harus melakukan pemeriksaan cukup banyak,” ungkap Sutama.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

PILGUB JATENG
Rustriningsih Akui Peluangnya Maju Pilkada Tetap Ada

Pilgub yang lebih populer dengan nama Pilkada Jateng 2018 diakui mantan wakil gubernur Rustriningsih masih mungkin ia ikuti. Solopos.com, SEMARANG — Mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih tak mau banyak berkomentar tentang kans dirinya maju dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil…