Presiden Joko Widodo (kanan) dan Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian. (JIBI/Solopos/Antara/Setpres/Agus Suparto) Presiden Joko Widodo (kanan) dan Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian. (JIBI/Solopos/Antara/Setpres/Agus Suparto)
Selasa, 10 Oktober 2017 02:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

PILKADA 2018
Ini Daerah Rawan Konflik Menurut Kapolri…

Pilkada 2018 yang disusul dengan pileg dan Pilpres 2019 ditengarai Kapolri Tito Karnavian rawan konflik di sebagian wilayah Indonesia.

Solopos.com, SEMARANG — Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian menyebut sebagian wilayah Indonesia rawan konflik sosial saat Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2018 dan pemilihan umum legislatif (pileg) maupun Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Provinsi Jawa Barat, Kalimantan Barat, dan kawasan timur Indonesia—seperti Papua—disebutnya sebagai daerah yang harus diwaspadai karena dinilai rawan konflik sosial dalam pelaksanaan Pilkada 2018. Pemetaan yang dilakukan Polri pada delapan bulan menjelang pilkada serentak pada Juni 2018,  menyebut Jabar sebagai salah satu lumbung terbesar potensi konflik. Rawannya pergesekan massa juga terdapat di kawasan timur Indonesia. Sedangkan Kalimantan Barat rawan karena isu sensitif suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

“Pilkada nanti kami perkirakan yang agak rawan itu Jabar sebagai lumbung terbesar, kemudian Papua di daerah timur,” kata Kapolri di sela-sela Apel Kasatwil Polri 2017 di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jawa Tengah, Senin (9/10/2017).

Polri menurut Tito, berupaya meningkatkan koordinasi dengan sejumlah pihak yang berkepentingan untuk menjaga situasi keamanan nasional tetap kondusif menjelang dan selama rangkaian Pilkada 2018. “Ini adalah saatnya pendekatan dengan semua stakeholder yang terkait dengan pilkada,” katanya.

Terkait persiapan pengamanan Pilkada 2018, Polri menggelar Apel Kasatwil 2017 bertema “Polri yang Profesional, Modern, dan Tepercaya dalam Mengamankan Pilkada Serentak 2018”. Acara ini juga membahas evaluasi kinerja internal publik.

Apel Kasatwil merupakan agenda tahunan Polri yang sebelumnya didahului Rapat Pimpinan Polri-TNI. Apel Kasatwil 2017 yang diselenggarakan Akademi Kepolisian, Semarang pada Senin-Rabu (9-11/10/2017) diikuti oleh 546 kepala satuan wilayah (kasatwil) yang terdiri dari 33 kapolda, 33 kepala biro operasional, dan 461 kapolres.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…