KGPAA Pakualam IX didampingi oleh GKR Condrokirono menyematkan tanda anggota Kemah Kebangsaan pada perwakilan Karang Taruna se-DIY, Sabtu (23/9/2017). (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja) KGPAA Pakualam IX didampingi oleh GKR Condrokirono menyematkan tanda anggota Kemah Kebangsaan pada perwakilan Karang Taruna se-DIY, Sabtu (23/9/2017). (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 10 Oktober 2017 12:15 WIB Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Pemuda Diajak Gunakan Media Sosial untuk Kembangkan Potensi

GKR Condrokirono ajak anak muda lebih mandiri di tahun mendatang dengan berwirausaha

Solopos.com, BANTUL – Ketua Karang Taruna DIY, GKR Condrokirono ajak anak muda lebih mandiri di tahun mendatang dengan berwirausaha, untuk menjaga Jogja serta mengembangkan potensi yang ada di desa. Anak muda diharapkan turut mengembangkan apa yang menjadi potensi desa tidak hanya produk namun juga pariwisata.

GKR Condrokirono anak muda atau Karang Taruna harus menjadi contoh yang lain untuk mengembangkan desa. “Jangan sampai desa yang ada pemudanya tidak berkembang,” ujarnya, Senin (9/10/2017).

Menurutnya di era sekarang pula anak muda harus menggunakan media sosial dengan bijak untuk mengembangkan potensi.

Dia juga berharap anak muda yang keluar desa, untuk bisa kembali ke desa lagi untuk mengajarkan, apa yang telah diperoleh dari luar kota. “Untuk cari pengalaman dua sampai tiga tahun tidak masalah, tapi setelah itu kembali untuk mengajarkan ke yang lain,” ujarnya.

Senada dengan GKR Condrokirono, ketua Karang Taruna Guwosari Mas Duki mengatakan bahwa anak muda sangat diperlukan di desa.

“Dengan adanya UU Desa No. 6 tahun 2014 sudah saatnya pemuda berkarya membangun desa karena poros pembangunan ada di desa, oleh karena itu pemuda harus berinovasi dengan kegiatan usaha ekonomi produktif,” katanya.

Menurut Duki salah tugas Karang Taruna adalah melakukan kegiatan usaha ekonomi kreatif dan usaha kesejahteraan sosial, menurutnya sudah banyak Karang Taruna yang berkolaborasi dengan BUMDes.

“Kalau di Guwosari sendiri kita juga coba berwirausaha beberapa diantaranya cucian mobil dan motor, pembayaran online bank (listrik, PDAM, ticketing), usaha dekorasi, usaha outbound,” ujar Duki.

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…