garis polisi Ilustrasi garis polisi (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/SOLOPOS)
Selasa, 10 Oktober 2017 18:01 WIB Hukum Share :

Nenek Sang Pacar Sakit, Pemuda Ini Bunuh Nenek Lainnya

Seorang pemuda nekat membunuh seorang nenek dan menggondol Toyota Avanza dan uang tunai.

Solopos.com, JAKARTA — Seorang nenek-nenek bernama Maria Tanamal, 75, ditemukan tewas tergeletak di lantai rumahnya dengan kondisi tangan terikat tali rafia hitam serta mulut dan hidung terlakban, 3 Oktober 2017 lalu. Tak hanya itu, Maria juga ditemukan dengan posisi muka tertutup bantal sifa berwarna cokelat.

Usut punya usut, ternyata pelaku aksi sadis ini adalah RAS alias RiKi, 18, pemuda yang beberapa waktu terakhir bekerja sebagai kenek bangunan di rumah nenek Maria.

Berdasarkan keterangan polisi, Maria tewas setelah memergoki RAS hendak mencuri barang miliknya. Pada saat kejadian sekitar akhir September, RAS memasuki rumah nenek Maria yang sedang tidur melalui salah satu jendela yang tak berteralis.

Tersangka pun bersembunyi di kamar mandi. Ketika mendengar korban membuka pintu depan rumah, RAS pun beraksi mencuri satu unit ponsel dan keluar dari rumah.

Lalu, pada 3 Oktober lalu sekitar pukul 08.00 WIB, RAS kembali beraksi dengan cara yang sama. Namun, kali ini korban yang kembali masuk ke dalam rumah langsung dicekik pemuda itu hingga pingsan. Dalam keadaan pingsan, sang nenek pun diikat tangannya.

Ketika korban sadar, RAS yang panik mengambil bantal sofa untuk menutup bagian wajah nenek Maria. Namun, karena sang nenek semakin berontak, RAS nekat melakban mulut hingga hidung nenek berusia 75 tahun itu hingga tidak bisa bernafas dan akhirnya meninggal dunia. Kali ini, RAS mengambil satu unit ponsel pintar dan membawa kabur mobil satu unit mobil Toyota Avanza serta uang sebesar Rp250.000.

“Saat ditangkap dan dilakukan interogasi, awalnya teraangka adalah pekerja di rumah korban, memperbaiki plafon. Saat bekerja memperbaiki, menurut tersangka, almarhumah sering marah-marah. Setelah itu, tersangka ditelepon pacarnya bahwa neneknya sakit sehingga butuh uang. Akhirnya tersangka berupaya mencari uang dengan mencuri dari almarhumah,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol R. P. Argo Yuwono, Selasa (10/10/2017).

Sementara itu, putra sulung nenek Maria yang bernama Nicky Tanamal, 54, berkisah bahwa sebelum kejadian, ibunya sempat curiga. “Dia [nenek Maria] cerita kemasukan maling. Sebelum itu, ketika pulang si maling masih tinggal di dalam karena mama pulang dia lari. Saya tanya Mama curiga dengan siapa? Ada kenek tukang Pak Suryana. Itu yang sempat dikatakan 29 September,” ceritanya.

Dia berkisah bahwa RAS merupakan kenek bangunan cabutan karena kenek yang biasanya mendampingi tukang sedang berhalangan. Proses perbaikan plafon rumah sendiri, menurutnya berlangsung pada 16-20 September. Namun, dua hari terakhir yakni pada 19-20 September RAS tanpa alasan yang tidak jelas, tidak datang untuk bekerja.

“Yang jelas 16-20 September pekerjaan tukang dan kenek. Keneknya enggak ada tanggal 19-20, kebetulan 22 [September] Mama saya ajak ziarah ke makam Papa di Tanah Kusir,” ceritanya.

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Dana Pensiun Ternyata Bukan Untuk PNS Saja

“Tahun kemarin [2016] ada satu yang dilikuidasi. Bisa saja karena pendanaannya tidak kuat” Solopos.com, JOGJA-Belum banyak masyarakat yang memahami dana pensiun swasta meskipun keberadaannya telah diatur dalam Undang-Undang No 11/1992 tentang Dana Pensiun. Jamaludin Joyoadikusumo selaku Direktur Dana Pensiun Muhammadiyah…