ilustrasi PSIS. Tim PSIS Semarang. (Instagram-@psisfcofficial)
Selasa, 10 Oktober 2017 23:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

LIGA 2
PSIS Tabu Kalah di Laga Pamungkas

Liga 2 yang dilalui PSIS Semarang hingga babak 16 besar harus dilalui penuh perjuangan hingga laga pamungkas.

Solopos.com, SEMARANG — Posisi pemuncak klasemen sementara Babak 16 Besar Liga 2 tak membuat PSIS Semarang aman melaju ke babak delapan besar. Manajemen PSIS bahkan harus menabukan kekalahan kepada Laskar Mahesa Jenar pada laga pamungkas babak 16 besar, Rabu (11/10/2017) besok, agar bisa lolos ke babak delapan besar.

Dalam laga terakhir Babak 16 Besar Grup B Liga 2 itu, PSIS Semarang akan menjamu Persibat Batang. Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Moch. Soebroto Magelang karena kandang PSIS Semarang, Stadion Jatidiri Semarang, masih belum rampung direnovasi. Pada hari laga penentuan itu, hanya stadion di Magelang itulah yang menurut Khairul memungkinkan untuk dipakai.

Direktur Umum PSIS Semarang Khairul Anwar di Kota Semarang, Jateng, Selasa (10/10/2017), memaparkan tiga tim di grup B saat ini masih berpeluang lolos ke Babak Delapan Besar Liga 2. PSIS yang beruntung menduduki peringkat pertama dengan 10 poin di klasemen sementara belum dalam posisi aman untuk menghadapi babak delapan besar.

Peringkat kedua dan ketiga Klasemen Sementara Babak 16 Besar Grup B Liga 2 ditempati Persibat dan PSMS Medan yang sama-sama mengantongi tujuh poin. Atas kenyataan itu, menurut Khairul, PSIS Semarang cukup meraih satu poin untuk lolos ke delapan besar. Namun jika PSIS kalah dan PSMS menang atas Persita, maka ketiga tim akan sama-sama meraih poin 10.

Khairul menegaskan, PSIS Semarang harus tampil all out untuk meraih kemenangan di Babak 16 Besar Grup B Liga 2. “Kami wajib menang di laga terakhir ini,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…