Pemain depan Persis Solo, Rudiyana (kanan) melakukan selebrasi seusai mencetak gol ke gawang Sragen United dalam kompetisi Liga 2 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (30/7). (JIBI/Solopos/M. Ferri Setiawan)
Selasa, 10 Oktober 2017 21:21 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Indonesia Share :

LIGA 2
Persis Solo Berpotensi Jumpa Persebaya di 8 besar

Liga 2 memasuki babak 8 besar.

Solopos.com, SOLO — Laga klasik Persis Solo melawan Persebaya berpeluang terjadi di babak delapan besar Liga 2 menyusul kepastian Persis menjuarai Grup A babak 16 besar. Skenario ini tentu menarik karena bakal mempertemukan dua suporter fanatik yakni Pasoepati dan Bonek. Pasoepati menyatakan amat antusias untuk bereuni dengan saudara lamanya itu.

Mengacu regulasi, Persis yang berstatus juara Grup A akan satu grup dengan peringkat 1 Grup C di babak empat besar. Persebaya menjadi yang terdepan menjadi juara grup C karena mengantongi sembilan poin, selisih satu poin dari Kalteng Putra. Artinya Bajul Ijo hanya cukup bermain imbang melawan Kalteng Putra di laga terakhir babak 16 besar untuk mengunci juara grup.

Sesepuh Pasoepati, Mayor Haristanto, mengatakan laga antara Persis melawan Persebaya akan sangat indah karena mempertemukan dua kelompok suporter militan di Indonesia. Mayor langsung teringat tur Pasoepati ke Stadion Tambaksari, 17 tahun lalu, ketika mendampingi Pelita Solo menantang Bajul Ijo. Saat itu, sedikitnya 7.500 Pasoepati yang ngluruk ke Surabaya disambut hangat oleh Bonek.

“Saat itu keriuhan Pasoepati benar-benar tak kalah dengan suporter tuan rumah. Sangat indah jika pertemuan bersejarah itu terulang kembali,” ujar Mayor saat dihubungi Solopos.com, Selasa (10/10/2017).

Pasoepati memang sempat bersua Bonek kembali medio Mei 2011 saat Solo FC melawat ke Tambaksari dalam lanjutan Liga Primer Indonesia (LPI). Namun saat itu hanya sekitar 400 anggota Pasoepati yang berangkat ke Surabaya. Mayor meyakini jumlah Pasoepati yang hadir kali ini akan berkali lipat jika laga Persis versus Persebaya benar-benar terealisasi. Terlebih Surabaya dan Solo sudah mengajukan diri sebagai tuan rumah babak delapan besar.

“Kalau memang harus ke Surabaya, mungkin Pasoepati bisa carter kereta api luar biasa seperti dulu. Tadi saya sempat tanya ke pihak stasiun dan ternyata memungkinkan, walaupun mungkin sedikit mahal. Ya semoga saja ada tur resmi bila Surabaya terpilih jadi tuan rumah,” kata Mayor.

Anggota Pasoepati asal Cemani, Sukoharjo, Jarot Jais, 47, berharap Persis bertemu Persebaya di babak delapan besar. Dia mengaku rindu menjalin silaturahmi dan adu kreativitas dengan Bonek. Jarot menjadi salah satu dari ratusan Pasoepati yang ngluruk ke Surabaya enam tahun lalu.

“Di sana kami disambut baik. Persaudaraan antara Bonek dan Pasoepati memang sangat kental,” ujarnya saat ditemui Solopos.com saat nonton bareng PSS Sleman versus Persis di Benteng Vastenburg.

Wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferachtriawan, juga antusias apabila tim andalannya bersua Persebaya. “Enggak masalah, [bonek] saudara lama. Kami malah berharap bisa sama-sama lolos ke Liga 1,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Wow, 1,5 Ton Apem Disiapkan untuk Upacara Adat Wonolelo

Rangkaian upacara adat Ki Ageng Wonolelo digelar di Pondok Wonolelo Widodomartani Ngemplak sejak Jumat (13/10/2017) malam Solopos.com, SLEMAN–  Rangkaian upacara adat Ki Ageng Wonolelo digelar di Pondok Wonolelo Widodomartani Ngemplak sejak Jumat (13/10/2017) malam. Event ini diharapkan dapat berdampak positif…