Selasa, 10 Oktober 2017 22:19 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

LAKA LAUT
 Hilang 24 Jam, Pencari Rumput Laut Ditemukan Mengambang

Pihaknya harus bekerja ekstra keras mencari korban hilang di Pantai Srakung

Solopos.com, GUNUNGKIDUL-Kecelakaan laut terjadi di wilayah Pantai Srakung, Desa Pucung, Kecamatan Girisubo, pada Senin (9/10/2017) sore. Akibatnya seorang pencari rumput laut bernama Sukianto, 40, warga Desa Tileng, Girisubo ditemukan tewas mengambang satu hari kemudian.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah I Gunungkidul Sunu Handoko mengatakan, pihaknya harus bekerja ekstra keras mencari korban hilang di Pantai Srakung. Pasalnya upaya pencarian tidak hanya melibatkan internal SAR dari wilayah I, namun juga melibatkan relawan dari Basarnas, MTA Jogja, Satlinmas DIY, Polsek Girisubo hingga warga sekitar.

Meski menerjunkan tim gabungan, namun upaya pencarian tidak berlansung mudah. Faktor cuaca menjadi kendala sehingga proses pencarian dilakukan hingga Selasa (10/10/2017) sekitar pukul 16.30 WIB. “Sehabis hilang pada Senin sore, kami sudah mencari, namun tidak berhasil. Operasi pun dilanjutkan hari ini [kemarin] dan akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukan jasad Sukianto dengan posisi mengambang di tengah laut,” kata Sunu kepada wartawan, Selasa (10/10/2017).

Ia mengatakan, jasad korban ditemukan mengambang sejauh 20 meter dari titik pertama kali Sukianto hilang. Sebenarnya, sekitar pukul 11.30 WIB, tim sudah melihat korban mengambang di laut, tapi dikarenakan hempasan gelombang laut jasad tersebut kembali menghilang dan baru diketemukan beberapa jam kemudian.

“Korban kita temukan sekitar pukul 16.30 WIB dengan posisi mengambang. Dengan ditemukannya jasad itu, maka operasi pencarian resmi ditutup,” ungka dia.

Dia menjelaskan, hilangnya korban Sukianto karena terpleset saat mencari rumput laut di Pantai Srakung pada Senin sore. Saat kejadian, rekan-rekan korban sempat berusaha memberikan pertolongan, namun karena ombak yang besar maka usaha tersebut sia-sia.

“Baru setelah hilang, warga melapor ke SAR. Dalam pencarian, kami menggunakan empat perahu dan puluhan relawan yang melakukan pencarian melalui darat,” ungkapnya.

Kepala Desa Pucung, Girisubo membenarkan adanya laka laut di kawasan Pantai Srakung. Menurut dia, peristiwa terjadi saat korban sedang mencari rumput laut di sekitaran pantai. “Dia terpleset dan terbawa arus hingga hilang. Korban baru ditemukan setelah hilang selama satu hari satu malam,” katanya.

Adanya peristiwa ini, Bambang pun meminta kepada warga untuk lebih berhati-hati sehingga peristiwa yang sama tidak terulang kembali. “Semua harus hati-hati karena jika sampai terjadi sesuatu dapat berakibat fatal,” ungkap dia.

lowongan pekerjaan
Marketing dan Surveyor, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Wow, 1,5 Ton Apem Disiapkan untuk Upacara Adat Wonolelo

Rangkaian upacara adat Ki Ageng Wonolelo digelar di Pondok Wonolelo Widodomartani Ngemplak sejak Jumat (13/10/2017) malam Solopos.com, SLEMAN–  Rangkaian upacara adat Ki Ageng Wonolelo digelar di Pondok Wonolelo Widodomartani Ngemplak sejak Jumat (13/10/2017) malam. Event ini diharapkan dapat berdampak positif…