Argentina (JIBI/REUTERS/Marcos Brindicci)
Selasa, 10 Oktober 2017 08:25 WIB Hanifah Kusumastuti/JIBI/Solopos Internasional Share :

KUALIFIKASI PIALA DUNIA
Ekuador Vs Argentina: Albiceleste Berharap pada Juru Selamat

Kualifikasi Piala Dunia akan menyajikan duel Ekuador vs Argentina.

Solopos.com, QUITO — Ada alasan kuat kenapa Lionel Messi mendapat julukan Messiah. Sebab, dia kerap menjadi juru selamat bagi tim yang dibelanya.

Di level klub, Messi mungkin sudah tak terhitung menyelematkan Barcelona. Sederet trofi bergengsi pun dipersembahkan penyerang mungil tersebut kepada klub raksasa Catalan. Tapi di level internasional, Messi sepertinya masih belum banyak mamberikan sumbangsih di lemari gelar.

Puncak kekecewaan terjadi ketika Messi tak kuasa menyelamatkan Argentina dari kekalahan saat melawan Jerman pada final Piala Dunia 2014. Namun, Argentina tak pernah berhenti berharap pada Messi. Termasukn ketika Argentina bertandang ke markas Ekudor pada parati penutup Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Conmebol di Estadio Olimpico Atahulpa, Quito, Rabu (11/10/2017) pukul 06.30 WIB.

Itu menjadi partai hidup-mati bagi La Albiceleste, julukan Argentina, untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia. Hanya bertengger di peringkat keenam di klasemen dalam satu laga tersisa memang membuat Argentina dalam kondisi terjepit. Padahal, hanya empat tim teratas yang bakal memastikan tiket langsung ke Piala Dunia 2018.

Mau tak mau, nasib Argentina untuk lolos otomatis ke Rusia akan tergantung pada hasil tim lain di pertandingan pamungkas kualifikasi ini. Argentina akan menggenggam tiket otomatis ke Rusia jika menang di Ekuador, sementara Kolombia gagal menang atas Peru dan Chile tak mampu menundukkan Brasil.

Tapi, seandainya Kolombia dan Chile sama-sama mengantongi kemenangan, peluang Argentina lolos otomatis akan tertutup meski mereka bisa mengalahkan Ekuador. Namun setidaknya Argentina bisa menentukan nasib sendiri ke play-off jika bisa menang di Ekuador.

Peluang Ekuador lolos otomatis atau pun meraih play-off sudah tertutup rapat. Hanya, Messi cs. tidak boleh menyepelekan pertandingan di Quito yang berketinggian 2.782 meter di atas permukaan laut tersebut. Kali terakhir Argentina menang di Quito terjadi 2001 silam.

Sejak itu, mereka menelan dua kekalahan masing-masing pada 2005 dan 2009, serta bermain imbang 1-1 di 2013. Sangat ironis jika Argentina sampai kalah dari Ekuador dan gagal lolos ke Piala Dunia untuk kali pertama sejak 1970. Sebab, Ekuador dipimpin pelatih asal Argentina, Jorge Celico.

“Nasib menempatkan Anda pada hal-hal yang tak terduga. Saya punya komitmen besar pada orang Ekuador, karena karier saya sebagai pelatih di sini,” ujar Celico berjanji bersikap profesional, seperti dilansir Reuters, Senin (9/10/2017).

Messi cs. bertekad membalaskan dendam kekalahan 0-2 dari Ekuador pada pertemuan pertama di kualifikasi, Oktober 2015. Pelatih Argentina, Jorge Sampaoli, harus menurunkan Paulo Dybala dan Mauro Icardi untuk mendampingi Messi di lini serang LA Albiceleste.

Sampaoli menjadi sasaran kritik karena tak memainkan Dybala dan Icardi saat timnya ditahan imbang Peru 0-0, akhir pekan lalu. Sampaoli secara mengejutkan memainkan dua penyerang minim jam terbang di level internasional, Marcos Acuna dan Dario Benedetto, untuk mendampingi Messi.

“Masih ada 90 menit untuk Sampaoli untuk menunjukkan dia pejuang sejati karena banyak yang menganggap dia bisa menyelamatkan Argentina,” jelas legenda Argentina, Mario Kempes, seperti dikutip Mundoalbiceleste.com.

“Tidak ada yang ingin Messi terjatuh. Piala Dunia tanpa Argentina dan Messi akan seperti malapetaka. Hanya fans Maradona yang bahagia jika Messi tidak lolos Piala Dunia, karena mereka bisa mengatakan Maradona tetap yang terbaik,” sambungnya.

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Wow, 1,5 Ton Apem Disiapkan untuk Upacara Adat Wonolelo

Rangkaian upacara adat Ki Ageng Wonolelo digelar di Pondok Wonolelo Widodomartani Ngemplak sejak Jumat (13/10/2017) malam Solopos.com, SLEMAN–  Rangkaian upacara adat Ki Ageng Wonolelo digelar di Pondok Wonolelo Widodomartani Ngemplak sejak Jumat (13/10/2017) malam. Event ini diharapkan dapat berdampak positif…