Nafa Urbach (Instagram @nafaurbach) Nafa Urbach (Instagram @nafaurbach)
Selasa, 10 Oktober 2017 14:49 WIB Juli ER Manalu/JIBI/Bisnis Hukum Share :

Kirim Gambar Porno ke Nafa Urbach, Penggemar Anime Mesum Diciduk Polisi

Seorang penggemar anime mesum diciduk polisi lantaran mengirim gambar berisi pornografi ke artis Nafa Urbach.

Solopos.com, JAKARTA — Setelah sempat berkonsultasi dengan polisi karena karena khawatir anaknya menjadi incaran kelompok paedofil, Nafa Urbach kembali membuat laporan. Kali ini, laporan itu terkait tindak pelecehan melalui media sosial yang menimpa dirinya.

“Mbak Nafa sebagai pelapor atau korban menerima pesan baik berupa kalimat atau kata-kata serta gambar-gambar yang memuat hal-hal yang melanggar kesusilaan maupun pornografi,” Kanit V Subdit Siber DitReskrimsus Polda Metro Jaya Kompol James Hutajulu, Selasa (10/10/2017).

Kejadian ini berawal dari pemberitaan terkait panggilan “loli” yang kerap disematkan sejumlah netizen kepada anak dari Nafa. Pelaku berinisial MHHS, 19, pun menelusuri artikel dan mencari akun media sosial Instagram milik Nafa. Pelaku yang mengaku sebagai penggemar ini pun kemudian aktif mengirimkan hal berbau pornografi.

Tak lama kemudian, polisi menelusuri MHHS sebelum menangkapnya di Bandung, Jawa Barat.

“Kemudian kita lakukan pemeriksaan dan dari hasil pemeriksaan kita peroleh beberapa keterangan dan kita mendapat hasil dari barang bukti yang kita amankan dan dari hasil itu kita menemukan bahwa tersangka benar adalah orang yang mengirimkan pesan yang bermuatan melanggar keusilaan ke akun Instagram Mba Nafa,” jelas James.

Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa video dan gambar bermuatan pornografi. Atas perbuatannya, MHHS dikenai pasal 27 ayat 1 juncto pasal 45 ayat 1 UU No. 19/2016 tentang perubahan UU No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman hingga 6 tahun penjara.

MHHS diketahui memang menyukai hal-hal berbau pornografi khususnya yang berbentuk animasi. Konten inilah yang kemudian dikirimkan kepada Nafa dengan alasan iseng.

Berdasarkan penelusuran polisi, selain menyukai konten animasi pornografi, MHHS juga tergabung dalam sejumlah grup Whatsapp berbau pornografi. Hal ini sama seperti sejumlah pelaku tindak asusila lainnya yang telah diungkap polisi. “Tiga grup pornografi internasional dan satu grup lokal yang masih terus kami lakukan penyelidikan untuk mendalami,” kata James.

MMHS bisa bergabung dengan sejumlah grup tersebut setelah mencari dan meminta untuk di-invite. Saat ini, polisi pun masih terus menyelidiki kemungkinan apakah pelaku merupakan anggota dari sebuah jaringan tertentu.

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Wow, 1,5 Ton Apem Disiapkan untuk Upacara Adat Wonolelo

Rangkaian upacara adat Ki Ageng Wonolelo digelar di Pondok Wonolelo Widodomartani Ngemplak sejak Jumat (13/10/2017) malam Solopos.com, SLEMAN–  Rangkaian upacara adat Ki Ageng Wonolelo digelar di Pondok Wonolelo Widodomartani Ngemplak sejak Jumat (13/10/2017) malam. Event ini diharapkan dapat berdampak positif…