Puluhan mahasiswa Unmer Ponorogo berdemo di halaman kampus Unmer Ponorogo, Selasa (10/10/2017) sore. (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Puluhan mahasiswa Unmer Ponorogo berdemo di halaman kampus Unmer Ponorogo, Selasa (10/10/2017) sore. (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Selasa, 10 Oktober 2017 20:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

DEMO PONOROGO
Tak Kunjung Diwisuda karena Tak Ada Rektor, Mahasiswa Unmer Unjuk Rasa

Puluhan mahasiswa Universitas Merdeka (Unmer) Ponorogo menuntut ijazah mereka segera ditandatangani.

Solopos.com, PONOROGO — Puluhan mahasiswa Universitas Merdeka (Unmer) Ponorogo berunjuk rasa di depan kampus mereka, Selasa (10/10/2017) sore. Mereka menuntut segera diwisuda dan ijazah mereka ditandatangani.

Pantauan Madiunpos.com di lokasi, puluhan mahasiswa ini membentangkan berbagai poster berisi tuntutan mereka. Dalam poster itu mereka menulis “Segera Lantik Rektor Terpilih”, “Segera Terbitkan Ijazah Kami”, “Kami Butuh Bukti Bukan Janji”, dan lainnya.

Koordinator aksi tersebut, Nindyas Septantina, mengatakan ada sekitar 400 mahasiswa Unmer Ponorogo dari angkatan 2012 dan 2013 yang saat ini nasibnya tidak jelas. Sebanyak 400 mahasiswa ini harusnya telah lulus dan diwisuda. Tetapi hingga kini mereka belum diwisuda dan ijazah juga belum ada.

“Kami di sini meminta kejelasan mengenai ijazah kami. Kapan kami diwisuda?” kata dia kepada wartawan.

Nindyas menegaskan 400 mahasiswa tersebut sebenarnya telah memenuhi ketentuan akademis untuk diwisuda karena telah menyelesaikan tugas akhir dan yudisium. Kemudian masalahnya ijazah mahasiswa tidak bisa diberikan karena belum ada tanda tangan rektor.

“Sampai saat ini belum ada rektor definitif. Adanya Pj. rektor sehingga ijazah tidak bisa ditandatangani,” jelas mahasiswa angkatan 2013 ini.

Gara-gara ijazah tidak segera ditandatangani, lanjut Nindyas, sebagian besar mahasiswa tersebut kesulitan untuk mencari pekerjaan. Mereka harus menunggu hingga mendapatkan ijazah tersebut yang belun tahu kapan selesainya.

Seorang mahasiswa Fakultas Hukum Unmer Ponorogo, Eko Prasetyo Widodo, mengatakan telah lulus awal 2017. Seharusnya, tahun ini dirinya diwisuda dan mendapat gelar sarjana.

Namun, keinginan itu pupus lantaran belum ada rektor definitif yang bisa menandatangani ijazahnya. PNS Satpol PP Ponorogo ini menuturkan hingga kini belum ada kejelasan mengenai nasib ijazahnya.

“Saya berharap ijazah bisa segera diterbitkan dan ditandatangani,” ujar dia.

Penjabat Rektor Unmer Ponorogo, Imam Fauzan, mengatakan sebenarnya sudah ada rektor terpilih yang siap memimpin Unmer Ponorogo. Tetapi, masalahnya belum ada surat rekomendasi dari Kodam Brawijaya sehingga rektor terpilih tidak bisa dilantik.

“Karena rektor tidak bisa diangkat, SK tidak bisa turun, dan ijazah mahasiswa tidak bisa ditandatangani. Sebenarnya kalau SK sudah turun, masalah ini selesai,” kata dia.

Imam menegaskan permasalahan ini sudah berlarut-larut sekitar delapan bulan. Gara-gara permasalahan ini, kata dia, kampus tidak bisa menerima mahasiswa baru pada tahun ajaran ini.

lowongan pekerjaan
STAFF ADMINISTRASI & KEUANGAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

PERAMPOKAN KLATEN
Perempuan Pakisan Berbohong soal Pembegalan di Cawas

Peristiwa pembegalan sepeda motor di Balak, Cawas, Klaten, ternyata tidak ada. Solopos.com, KLATEN — Kapolsek Cawas, AKP Sri Anggono, memastikan tidak ada pembegalan di Balak, Cawas, dengan korban Sugiyanti, 38, warga warga Dukuh Manton, Desa Pakisan, Rabu (11/10/2017). Sugiyanti mengarang…