Presiden Joko Widodo (Jokowi). (JIBI/Solopos/Antara/Setpres/Agus Suparto) Presiden Joko Widodo (Jokowi). (JIBI/Solopos/Antara/Setpres/Agus Suparto)
Selasa, 10 Oktober 2017 09:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

CITRA POLRI
Presiden Minta Polisi Tingkatkan Kepercayaan Publik

Citra negatif Polri coba dipupus Presiden Jokowi dengan meminta polisi meningkatkan kepercayaan publik.

Solopos.com, SEMARANG — Presiden Joko Widodo mencoba membasuh citra negatif Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dengan meminta polisi meningkatkan kepercayaan publik meskipun saat ini sudah mencapai empat besar dengan nilai 78.

“Tingkatkan pelayanan publik baik soal SIM, SKCK, STNK, siapkan semua dengan proses sederhana dan cepat,” kata Presiden Jokowi di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jawa Tengah, Senin (9/10/2017).

Presiden Jokowi menyatakan senang sekali bahwa public trust Polri saat ini masuk empat besar dengan nilai 78. “Tapi saya tidak mau segitu saja, naikkan lagi ke atas 80, naik terus dan diharapkan betul public trust ini dijaga karena ini harganya mahal, butuh waktu panjang mencapainya,” katanya.

Ia mengingatkan agar citra Polri karena ulah satu atau dua oknum polisi yang memupus kepercayan publik. “Kecepatan pelayanan kita ini jadi kunci kepercayaan publik,” katanya.

Jika stabilitas politik dan keamanan terjaga, maka dengan tingkat pertumbuhan ekonomi seperti sekarang, menurut perhitungan pemerintah, World Bank maupun OECD maka Indonesia pada 2045 akan masuk era keemasan. Indonesia Emas itu bakal tercapai dengan catatan nilai komoditas mulai naik dan ekonomi global normal.

“Diperkirakan pendapatan akan mencapai 29.000 dolar AS per kapita dan akan menjadi empat besar ekonomi terkuat di dunia, setelah China, India, Amerika Serikat dan Indonesia. Tapi untuk menuju ke sana ada catatan-catatab yang harus kita perbaiki, ini tugas besar kita semua menyiapkan dan tentu saja melakukan tindakan pelaksanaan agar apa yang sudah dihitung betul menjadi kenyataan, ini yang membawa kita pada kondisi yang sejahtera,” katanya.

Presiden juga mengingatkan perlunya memperhatikan tugas menjaga stabilitas harga pangan. “Pangan menjadi kunci bagi kesejahteraan rakyat, kalau harga pangan naik, akan ada goncangan sosial karena itu tugas kita bersama untuk menjaga stabilitas harga pangan,” katanya.

Presiden meminta Polri menindak dengan hati-hati jika ada tindak pidana terkait pangan. “Kalau ada pidananya tolong dikalkulasi, jangan sampai mengganggu baik distribusi dan transportasi. Ini menjadi kunci stabilitas politik sosial ekonomi,” kata Presiden.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
STAFF SURVEY,MARKETING,SPG,SPB, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…