Doa Bersama oleh abdi dalem di depan Gedung Agung Jogja, Selasa (10/10/2017). (Yohana Fitri Lestari/Harian Jogja) Doa Bersama oleh abdi dalem di depan Gedung Agung Jogja, Selasa (10/10/2017). (Yohana Fitri Lestari/Harian Jogja)
Selasa, 10 Oktober 2017 17:53 WIB M97/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Abdi Dalem dan Warga Tumpengan di Depan Gedung Agung Jogja

Presiden Joko Widodo melantik Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X dan Sri Paduka Paku Alam X sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)

 
Solopos.com, JOGJA – Presiden Joko Widodo melantik Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X dan Sri Paduka Paku Alam X sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2017-2022 di Istana Negara Jakarta.

Menanggapi pelantikan tersebut, warga Jogja melangsungkan Aksi Spontanitas Mangayubagyo Pelantikan Sultan dan Paku Alam X, pada Selasa (10/10/2017) di depan gerbang Istana Gedung Agung Jogja.

“Aksi ini merupakan obat pelipur lara warga Jogja yang sebenarnya menginginkan pelantikan Sultan dan Pakualam dilakukan di Yogyakarta”, kata Sekber Keistimewaan DIY, Widihasto Wasana Putra (Hasto) kepada media, Selasa (10/10/2017).

Dimulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB, aksi ini dibuka untuk umum. Masyarakat yang hadir diimbau untuk mengenakan busana adat Nusantara atau seragam organisasi/komunitas.

Aksi ini dibuka dengan doa oleh Ki Demang (abdi dalem kasultanan Yogyakarta) kemudian bersama-sama menyanyikan Lagu Indonesia Raya.

Acara puncak yakni selebrasi pemotongan tumpeng kemudian terdapat orasi dan doa syukur lintas agama. Selain itu masyarakat juga diperkenankan turut berpartisipasi menampilkan ragam ekspresi seni budaya.

Masyarakat sangat antusias mengikuti aksi mangayubagyo (turut berbahagia) ini. Secara khidmat mereka mengikuti rangkaian acara dalam aksi tersebut dan merasakan kegembiraan atas dilantiknya Sri Sultan HB X dan Sri Paduka Paku Alam X sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY.

“Sangat menarik. Dengan acara ini masyarakat disibukkan lagi dengan keistimewaan Jogja. Jadi lebih mengurangi hura-huranya,” kata salah satu pengunjung aksi, Thomas saat ditemui Solopos.com, Selasa (10/10/2017).

Hasto menerangkan, terselenggaranya aksi ini diharapkan dapat lebih mensejahterakan masyarakat, masyarakat menjadi aman nyaman dan nilai-nilai Pancasila dapat terimplementasi.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…