Perempuan wisatawan ikut membajak sawah menggunakan alat tradisional yang ditarik dua kerbau di Desa Wisata Kemetul, Susukan, Kabupaten Semarang, Jateng, Sabtu (7/10/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra) Perempuan wisatawan ikut membajak sawah menggunakan alat tradisional yang ditarik dua kerbau di Desa Wisata Kemetul, Susukan, Kabupaten Semarang, Jateng, Sabtu (7/10/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)
Senin, 9 Oktober 2017 17:50 WIB JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra Feature Share :

FOTO WISATA SEMARANG
Bertani di Susukan Diminati Wisatawan

Wisata bertani diminati di Kabupaten Semarang.

Sejumlah wisatawan menanam benih padi secara tradisional di Desa Wisata Kemetul, Susukan, Kabupaten Semarang, Jateng, Sabtu (7/10/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

Sejumlah wisatawan menanam benih padi secara tradisional di Desa Wisata Kemetul, Susukan, Kabupaten Semarang, Jateng, Sabtu (7/10/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

Pertanian pola tradisional di Desa Wisata Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (7/10/2017), menarik perhatian wisatawan. Para penikmat paket wisata edukasi pertanian padi di Kabupaten Semarang itu turut aktif membajak dan menanam padi konvensional yang lazim dilakukan insan pertanian setempat sejak masa lalu.

Kesempatan ikut serta dalam proses pertanian tradisional, seperti dalam membajak sawah dan menanam benih itu memiliki daya tarik yang khas bagi wisatawan untuk mengunjungi desa wisata tersebut.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…