Mobil melintasi jalan tol Solo-Sragen dari arah timur di kawasan Gondangrejo, Karanganyar, Jumat (8/7/2016). Jalan tol mulai dibuka satu jalur dari arah Sragen menuju Solo pada H+2 untuk menunjang kelancaran arus balik Lebaran 2016. (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos)
Senin, 9 Oktober 2017 22:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

TOL SOLO-KERTOSONO
Ruas Tol Ngawi-Kertosono Diresmikan sebelum Natal 2017

Sebelum perayaan Natal 2017 ruas jalan tol Ngawi-Kertosono akan diresmikan.

Solopos.com, MADIUN — Ruas tol Ngawi-Kertosono yang merupakan bagian dari tol Solo-Kertosono (Soker) akan diresmikan dan dapat dilintasi kendaraan menjelang Natal 2017.

Pembangunan ruas tol sepanjang 87,02 km tersebut saat ini sudah mencapai 90%. Direktur Teknis PT Ngawi Kertosono Jaya, Yudi Darmawan, mengatakan ruas tol Ngawi-Kertosono merupakan bagian yang harus dioperasionalkan pada tahun ini.

“Sesuai arahan dari kementerian, tol Ngawi-Kertosono akan dioperasikan pada Desember 2017,” kata dia, Senin (9/10/2017).

Dia menuturkan pekerjaan fisik ruas tol telah mencapai sekitar 90%. Dia optimistis pada Desember pembangunan rampung dan bisa segera dibuka.

Secara fisik, kata Yudi, pembangunan tinggal pekerjaan rigid di beberapa lokasi. Meski demikian masih ada kendala yang menyebabkan pekerjaan molor.

Dia menyebut ada satu bidang tanah milik warga di Ngawi yang belum dibebaskan. Selain itu ada beberapa tanah wakaf yang juga belum dibebaskan.

“Kalau soal itu, insya Allah Oktober selesai. Kami telah berkoordinasi dengan PPK [pejabat pembuat komitmen] pembebasan tanah,” ungkap dia.

Alasan pemilik tanah belum mau membebaskan tanah tersebut karena harga ganti rugi belum sesuai. Warga meminta tanah tersebut dihargai di atas perhitungan yang ditetapkan pemerintah.

Sesuai aturan, bila pemilik tanah tidak setuju dengan ganti rugi yang ditawarkan, tanah akan tetap dieksekusi dengan sistem konsinyasi. Pemerintah akan melakukan pencabutan kepemilikan melalui pengadilan.

“Bila dua kali peringatan tidak dihiraukan akan dilakukan eksekusi bekerja sama dengan aparat kepolisian setempat,” kata Yudi.

lowongan pekerjaan
BPR BINSANI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…