Penyanyi Syahrini berjalan untuk menjalani pemeriksaan kasus biro perjalanan First Travel di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu (27/9/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Fandi)
Senin, 9 Oktober 2017 22:30 WIB Samdysara Saragih/JIBI/Bisnis Hukum Share :

Tarif Tiap Unggahan Foto di Instagram Syahrini Rp100 Juta

Manajemen Syahrini mengungkapkan tarif endorsement melalui akun Instagram sang artis yang cukup fantastis.

Solopos.com, JAKARTA – Ada yang menarik dari bantahan kubu Syahrini soal tuduhan bahwa sang artis mendapatkan Rp1,3 miliar dari First Travel. Demi bantahan tersebut, manajemen Syahrini menyebut tarif endorsement di akun Instagram yang bisa mencapai Rp100 juta.

Aisyahrani, Manajer Syahrini, mengungkapkan selama ini satu unggahan foto produk di Instagram Syahrini dibanderol Rp100 juta. Adapun, harga standar jasa pelantun lagu Sesuatu itu sebagai ikon produk sebesar Rp1 miliar.

“Lamanya perjalanan umrah 12 hari, per hari harus posting dua foto. Ditambah harga ikon Rp1 miliar jadi bayar Rp3,4 miliar, kalau profesional,” katanya seusai pemeriksaan penyidik Bareskrim Polri di Gedung Mina Bahari II Kementerian Kelautan dan Perikanan, Senin (9/10/2017).

Hal itu dilontarkan untuk menunjukkan bahwa kerja sama dengan First Travel tidak dilakukan berdasarkan kontrak profesional. Manajemen mengklaim bisa meraup setidaknya Rp3,4 miliar dari PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel jika bekerja sama secara komersial dengan menggunakan harga pasar penyanyi asal Bogor tersebut.

Aisyahrani menjelaskan kliennya memutuskan untuk tidak bekerja sama komersial dengan First Travel lantaran fokusnya memang beribadah umrah. Alhasil, Syahrini dan 11 keluarganya memilih paket perjalanan umrah reguler dengan total biaya Rp197 juta. Rombongan bertambah satu orang lagi setelah karyawan Syahrini ikut serta dengan membayar Rp30 juta.

Meski demikian, First Travel-Syahrini tetap membuat skema kontrak kerja sama lain. Syahrini mendapatkan diskon sebesar 50% untuk biaya umrah dengan imbalan mengunggah setiap aktivitasnya di Instagram.

Dalam perjalanannya, First Travel memberikan layanan kelas VVIP kepada Syahrini dan rombongan kendati mereka membayar dengan paket reguler. Dengan kelas VVIP, rombongan mendapatkan fasilitas berlebih seperti penginapan dan transportasi.

Dalam pemeriksaan tersangka Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan, pemilik sekaligus direktur First Travel, pasangan suami-istri ini disebut-sebut mengaku mengeluarkan duit sebesar Rp1,3 miliar kepada Syahrini. Pengakuan inilah yang ingin didalami oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri kepada Syahrini sebagai saksi.

Syahrini mengatakan tidak meniatkan kerja sama komersial dengan First Travel karena terdesak untuk segera berangkat ke Tanah Suci. Awalnya, dia menganggap biro perjalanan itu bonafide karena sang pemilik, Anniesa, pernah memamerkan koleksi baju rancangannya di New York Fashion Week.

“Saya sekali bertemu dengan Andika dan dua kali bertemua Anniesa. Tapi tak mengenal dekat dan akrab,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
CV.Indra Daya Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Penembakan Brutal Terjadi di Pantai Samas, Seorang Wisatawan Jadi Korban

Unit Reskrim Sanden masih melakukan pengejaran hingga Senin siang (16/10/2017), terhadap tersangka pelaku penembakan di Pantai Samas Solopos.com, BANTUL – Unit Reskrim Sanden masih melakukan pengejaran, terhadap tersangka pelaku penembakan di Pantai Samas, Srigading, Sanden, Minggu (15/10/2017). Menurut keterangan Kanit…