Soloraya Hari Ini edisi Senin 9 Oktober 2017 Soloraya Hari Ini edisi Senin 9 Oktober 2017
Senin, 9 Oktober 2017 11:51 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

SOLOPOS HARI INI
Soloraya Hari Ini: DPRD Solo Coret Anggaran Gedung Parkir

Halaman Soloraya Harian Umum Solopos hari ini, Senin (9/10/2017), memberitakan tentang DPRD yang mencoret anggaran gedung parkir.

Solopos.com, SOLO – Proposal pembangunan gedung parkir yang diajukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo ke DPRD akhirnya ditolak. DPRD menganggap pemkot masih belum punya perencanaan matang untuk pembangunan gedung parkir.

Berita tentang kebijakan DPRD yang menolak rencana pembangunan gedung parkir itu menjadi headline halaman Soloraya Harian Umum Solopos hari ini, Senin (9/10/2017). Selain itu ada berita tentang acara Explore Boyolali mempromosikan Kota Susu dengan jalan-jalan keluarga. Ada uga berita tentang pengembangan wisata Museum Sangiran.

Berikut ini cuplikan berita halaman soloraya Harian Umum Solopos edisi Senin 9 Oktober 2017:

LAYANAN PERPARKIRAN: DPRD Solo Coret Anggaran Gedung Parkir

DPRD Kota Solo mencoret usulan anggaran pembangunan gedung parkir yang diajukan Dinas Perhubungan.

Usulan pembangunan gedung parkir ini diajukan Dishub pada rapat kerja anggaran (RKA) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018 dengan Komisi III DPRD Solo, akhir pekan lalu. Sebenarnya wacana sudah muncul sejak tahun lalu, tapi upaya ini mentah lantaran Pemkot dinilai tak punya perencanaan yang matang.

Perencanaan yang matang.Ada dua tempat yang diusulkan menjadi lokasi pembangunan gedung parkir tahun depan, yakni di kawasan Pasar Gede dan barat Solo Grand Mall (SGM).

Anggaran yang diajukan mencapai

Rp4,05 miliar pada APBD 2018. Tempat parkir direncanakan menggunakan sistem knock down atau bisa dibongkar pasang. Kawasan Pasar Gede menjadi pilihan utama untuk pembangunan gedung parkir seiring adanya pradesain yang dibuat Dishub.

Simak selengkapnya: http://epaper.solopos.com/

EXPLORE BOYOLALI : Kenalkan Kota Susu dengan Jalan-Jalan Keluarga

Upaya mengangkat pariwisata di Boyolali tak surut digenjot. Setelah menggelar acara Kebut Gunungdi lereng Merapi-Merbabu beberapa waktu lalu, kali ini perhelatan yang tak kalah menarik kembali digelar Pemkab Boyolali. Explore Boyolali menjadi nama acara promosi wisata yang digelar Minggu (8/10) siang.

Acara ini digadang-gadang mempopulerkan objek wisata bernuansa keluarga di Kota Susu. ”Boyolali ini ada banyak lokasi wisata alternatif keluarga. Lokasinya gampang dituju satu keluarga bermobil,” ujar Ajeng, panitia kegiatan dari Nuar Event Organizer kepada Espos, Minggu (9/10).

Explore Boyolali adalah acara jalan-jalan wisata yang melibatkan keluarga. Karena bertema keluarga, kegiatan ini pun mengambil rute objek wisata yang mudah dijangkau kendaraan pribadi keluarga seperti wilayah Kota, Pengging, Simo, serta Tlatar. ”Pesertanya cukup antusias. Ada 57 keluarga bermobil yang ikut promo wisata ini,” ujar Ajeng.

Simak selengkapnya: http://epaper.solopos.com/

PENGEMBANGAN WISATA: Terminal Baru dan Revisi RTRW demi Kembangkan Sangiran

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen akan membangun terminal bus untuk pendukung pengembangan kawasan wisata Sangiran di Kalijambe, Sragen, pada 2018. Sebelum merealisasi terminal mini itu, Pemkab akan merevisi Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) terlebih dulu.

Rencana tersebut menjadi respons positif Pemkab Sragen atas munculnya keinginan tiga desa di kawasan Cagar Budaya Sangiran yang menolak Keputusan Gubernur No.430/197/2014 tentang Penetapan Satuan Ruang Geografis Sangiran Sebagai Kawasan Cagar Budaya Jawa Tengah. Tiga desa di Sragen yang menolak SK tersebut meliputi Desa Sumomorodukuh, Sambirejo, dan Brangkal di Kecamatan Plupuh.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan rencana tersebut saat ditemui wartawan di Gondang, Sragen, Sabtu (7/10). “Terminal itu nanti berfungsi menampung bus-bus besar. Wisa tawan yang mau ke Sangiran atau clusterlain bisa diantar dengan bus kecil yang dikelola semacam koperasi masyarakat. Konsepnya seperti di Pacitan, Jawa Timur,” imbuhnya.

Simak selengkapnya: http://epaper.solopos.com/

 

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…