Ilustrasi kloset untuk jamban keluarga sehat. (JIBI/Harian Jogja/Antara) Ilustrasi kloset untuk jamban keluarga sehat. (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Senin, 9 Oktober 2017 23:35 WIB Rudi Hartono/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

SANITASI WONOGIRI
Awal Oktober, Tinggal 493 Keluarga yang Masih BAB Sembarangan

Pemkab Wonogiri optimistis warga akan terbebas dari kebiasaan BAB sembarangan akhir Oktober ini.

Solopos.com, WONOGIRI — Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri yakni 100 persen warga Kota Sukses akan terbebas dari kebiasaan buang air besar (BAB) sembarangan akhir Oktober ini.

Hingga awal Oktober lalu, warga yang masih BAB sembarangan tinggal 493 keluarga. Angka itu turun signifikan dibanding awal September lalu yang tercatat masih ada 1.802 keluarga.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Wonogiri, Mubarok, saat ditemui Solopos.com di kantornya, akhir pekan lalu, menyampaikan tim masih terus bekerja di lapangan untuk memberi pemahaman dampak dari BAB sembarangan.

Langkah itu untuk mengubah kebiasaan warga BAB sembarangan supaya dengan kesadaran sendiri untuk BAB di jamban. Menurut Mubarok, saat ini warga yang masih BAB sembarangan hanya sebagian kecil.

Secara umum perilaku warga sudah berubah. Sebelumnya mereka BAB sembarangan dengan berbagai alasan, seperti merasa sudah terbiasa. Hingga Selasa (3/10/2017), dari 25 kecamatan di Wonogiri 14 kecamatan sudah open defecation free (ODF) atau bebas BAB sembarangan.

Kecamatan ODF meliputi Wonogiri, Ngadirojo, Nguntoronadi, Slogohimo, Bulukerto, Jatipurno, Batuwarno, Giriwoyo, Giritontro, Manyaran, Selogiri, Jatisrono, Puhpelem, dan Wuryantoro. Kecamatan yang hampir ODF adalah Sidoharjo.

Warga yang masih BAB sembarangan di kecamatan itu hanya tinggal satu keluarga di Desa Widoro. Kecamatan lain yang warganya masih BAB sembarangan tinggal sedikit yakni Baturetno (7 keluarga), Tirtomoyo (7 keluarga), Pracimantoro (10 keluarga), Eromoko (20 keluarga), dan Purwantoro (35 keluarga).

Kecamatan lainnya yang warganya masih BAB sembarangan adalah Paranggupito (39 keluarga), Karangtengah (41 keluarga), Girimarto (53 keluarga), Jatiroto (53 keluarga), dan paling banyak Kismantoro, yakni 226 keluarga. Total warga yang masih BAB sembarangan ada 493 keluarga.

Jumlah tersebut sangat kecil jika dibandingkan total jumlah keluarga di Wonogiri yang mencapai 348.830 keluarga. “Setelah tidak ada warga yang BAB sembarangan lagi, kami akan memberi laporan kepada Dinkes Jateng. Selanjutnya akan ada tim cek lapangan. Kalau hasilnya baik Wonogiri akan dinyatakan ODF. Pencanangannnya saat peringatan Hari Kesehatan Nasional, 12 November mendatang,” kata Mubarok.

Dia melanjutkan dalam upaya membebaskan Wonogiri dari kebiasaan BAB sembarangan, Dinkes bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Kodim 0728/Wonogiri. Kodim beberapa kali memberi bantuan jamban dan membantu warga membangun jamban.

Dia menjelaskan BAB sembarangan di sungai maupun di daratan berdampak buruk bagi kesehatan, tak hanya kesehatan pribadi tetapi kesehatan warga secara luas. Kotoran yang dibuang di sungai dapat menyebarkan bakteri Escherichia coli yang menyebabkan penyakit diare.

Penderita diare bisa dehidrasi yang dapat menurunkan kondisi kesehatan. Akibatnya tubuh mudah terserang penyakit.

Kasi Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja Olahraga Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Wonogiri, Purwadi, menyakini Wonogiri akan 100 persen ODF dalam waktu dekat. Saat ini tim masih bekerja keras mengupayakannya.

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…