Kondisi Taman Demangan, Taman, Kota Madiun, dipenuhi rumput liar, Rabu (23/3/2016). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Senin, 9 Oktober 2017 11:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Solopos Madiun Share :

Ruang Terbuka Hijau di Kota Madiun Baru 11,8 Km Persegi

Ruang terbuka hijau di Kota Madiun masih belum sesuai Undang-Undang Penataan Ruang.

Solopos.com, MADIUN — Lahan ruang terbuka hijau (RTH) di wilayah Kota Madiun saat ini baru sekitar 18% atau 11,8 km persegi dari total luas 65,68 km persegi.

Padahal dalam UU No. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang menyebutkan ruang terbuka hijau di wilayah kota minimal 30% dari luas wilayah kota. Diperkirakan, lahan RTH di Kota Madiun bisa sampai 30% sesuai UU baru tercapai tahun 2020.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Madiun, Soeko Dwi Handiyarto, mengatakan lahan RTH di Kota Madiun saat ini mencapai 18% dari total wilayah seluas 65,68 km persegi. Lahan RTH seluas 11,8 km itu tersebar di seluruh wilayah.

Dia menyebut RTH di Kota Madiun ada di 44 titik dengan luasan berbeda-beda. Tahun ini, Pemkot hanya merawat taman-taman yang ada.

“Untuk lokasi RTH memang tersebar, ada taman 501, taman Demangan, taman patung pecel gading, taman mastrip, dan lainnya,” ujar dia kepada Madiunpos.com, Minggu (8/10/2017).

Soeko menyampaikan target pengadaan lahan RTH pada tahun 2019 yaitu 19% diprediksi bisa tercapai. Sedangkan untuk penyediaan lahan 30% untuk RTH diperkirakan bisa tercapai tahun 2020.

Menurut dia, keberadaan RTH ini sangat penting untuk mengurangi polusi udara. Apalagi, saat ini Kota Madiun menjadi salah satu kota yang cukup berkembang dengan populasi yang cukup padat. Keberadaan tanaman ini sangat penting sebagai paru-paru kota.

“Kalau ada lahan di pinggir jalan atau garis sepadan jalan, sungai, kami akan menanaminya dengan pohon-pohon yang berfungsi untuk berlindung, seperti pohon waru dan pohon mahoni,” ujar dia.

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…