Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. (JIBI/Solopos/Antara/Fikri Yusuf) Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. (JIBI/Solopos/Antara/Fikri Yusuf)
Senin, 9 Oktober 2017 23:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PROGRAM KELUARGA HARAPAN
Tahun 2018, Jateng Peroleh Dana Bansos Rp6,2 Triliun

Program Keluarga Harapan (PKH), uangnya diambilkan dari dana bantuan sosial (bansos).

Solopos.com, SEMARANG – Kucuran dana bantuan sosial (bansos) yang diperoleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) tahun depan akan mengalami kenaikan. Jika pada tahun 2017 Jateng hanya menerima Rp5,34 triliun dana bansos dari pemerintah pusat, maka tahun 2018 nanti naik menjadi sekitar Rp6,2 triliun.

Hal itu diungkapkan Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, saat menghadiri acara penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan kartu peserta Program Keluarga Harapan (PKH) di SMAN 1 Semarang, Senin (9/10/2017).

“Dana bansos naik itu bukan karena Jateng banyak keluarga yang miskin. Tapi, karena Bapak Presiden [Joko Widodo] ingin memberikan perlindungan yang lebih kepada keluarga di Indonesia, salah satunya yang di Jateng,” terang Khofifah.

Khofifah menyebutkan salah satu alokasi dana bansos adalah pemberian bantuan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH. Pada tahun 2018 nanti, pemerintah akan menambah jumlah penerima PKH dari 6 juta keluarga menjadi 10 juta keluarga.

“Sementara untuk Jateng jumlah KPM-nya juga akan ditambah menjadi 460.000 keluarga, di mana 4.700 di antaranya ada di Kota Semarang,” tutur politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Khofifah menambahkan selama kurun 2017 ini, setiap KPM PKH akan mendapat bantuan Rp1.850.000, yang bisa dicairkan dalam empat tahap. Bantuan sebesar itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga miskin, terutama dalam pemenuhan gizi yang seimbang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…