Ilustrasi penderita flu (youngandraw)
Senin, 9 Oktober 2017 10:20 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Pancaroba, Waspada Diare dan ISPA

Beberapa penyakit perlu diwaspadai saat musim pancaroba, diantaranya diare dan Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA)

Solopos.com, BANTUL–Beberapa penyakit perlu diwaspadai saat musim pancaroba, diantaranya diare dan Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA). Pasalnya konsentrasi penyakit-penyakit tersebut hampir selalu meningkat saat peralihan musim dari kemarau ke penghujan atau sebaliknya.

Sementara itu, musim pancaroba di Kabupaten Bantul masih akan berlangsung hingga Oktober dasarian II.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, Pramudi Darmawan mengatakan selain diare dan ISPA, penyakit yang disebabkan oleh virus juga banyak menjangkiti saat musim pancaroba.

Beberapa di antaranya yaitu penyakit kulit seperti gatal-gatal, belekan dan cangkrang. Namun menurutnya, penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut bersifat insidental, tidak selalu muncul penyakit yang sama saat musim pancaroba.

Pramudi juga menjelaskan meningkatnya konsentrasi penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus saat pancaroba disebabkan daya tahan tubuh yang menurun. Ditambah lagi perubahan cuaca saat pancaroba cukup ekstrim, panas di siang hari dan hujan ketika malam hari.

Perubahan cuaca tersebut sangat berpengaruh pada kondisi tubuh yang menjadi rentan akan penyakit influenza dan batuk. Selain itu, berkurangnya stok air bersih yang terjadi saat musim kemarau hingga pancaroba membuat kasus penyakit diare tinggi.

“Yang perlu diwaspadai saat sulit air bersih, ada penjual makanan yang mencuci piring tidak dengan air mengalir. Itu yang menyebabkan kuman mudah menyebar,” ujarnya pada Sabtu (7/10/2017).

Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) terutama saat ketahanan tubuh menurun pada peralihan musim. Misalnya dengan selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, memperbanyak minum air putih, memakan sayuran dan buah-buahan dan lain-lain.

Khusus untuk penderita ISPA, menurut Pramudi hendaknya selalu mengenakan masker saat berada di satu ruangan dengan orang banyak, apalagi pada ruangan yang ber-AC.

Sebab airbone pada AC akan selalu berputar dalam satu ruangan, sehingga virus yang dilepaskan oleh penderita ketika batuk dapat dengan mudah menyebar ke setiap orang yang ada dalam ruangan tersebut. “Harus sadar etika batuk, kalau perlu gunakan masker,” ia menegaskan.

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…