Mohamed Salah (JIBI/REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)
Senin, 9 Oktober 2017 19:25 WIB Hanifah Kusumastuti/JIBI/Solopos Internasional Share :

Mesir ke Piala Dunia, Salah Pahlawannya

Mesir memastikan lolos ke Piala Dunia.

Solopos.com,  KAIRO – Entah apa yang sedang bekecamuk di kepala Mohamed Salah ketika dirinya hendak menendang si  kulit bundar dari titik putih pada menit ke-95. Yang pasti, dia tengah berusaha sekuat tenaga menahan rasa gugup yang luar biasa.

Bintang Liverpool itu paham dengan konsekusensi eksekusi penalti  saat Mesir berhadapan dengan Kongo di Borg El Arab Stadium, Mesir, Senin dini hari WIB. Jika sukses mencetak gol, dia akan menjadi pahlawan yang memastikan Mesir lolos ke Piala Dunia untuk kali pertama sejak 1990. Sebaliknya, dia akan dicap pecundang jika membuat Mesir menunda pesta untuk mengakhiri penantian panjang ke Piala Dunia sejak 28 tahun silam.

Batasan pahlawan dan pecundang menjadi sangat tipis bagi Salah. Beruntung, mantan pemain Chelsea dan AS Roma itu menunjukkan mental baja. Dengan tatapan dinginnya, dia merobek jala Kongo untuk memastikan timnya menang 2-1 di detik terakhir pertandingan, sekaligus mengantar Mesir ke Rusia, lokasi Piala Dunia 2018.

Banjir air mata langsung terjadi di Borg El Arab Stadium. Puluhan ribu penduduk Mesir yang menyaksikan pertandingan itu tak kuasa membendung air mata haru dan bahagia.

Laga Grup E Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Afrika antara Mesir versus Kongo tersebut memang benar-benar menguras emosi bagi kedua tim. Pendukung Pharaohs, julukan Mesir, sempat dibawa melambung ke angkasa saat unggul 1-0 lewat gol Salah pada menit ke-63. Sebab, hanya dengan kemenangan, Mesir akan memastikan lolos ke Piala Dunia dalam satu laga tersisa di Grup E.

Para pemain starter,  pemain cadangan, hingga staf pelatih langsung meluapkan kegembiraan mereka dengan menyerbu arena penonton. Namun, keriuhan itu sempat dibungkam oleh gol penyama kedudukan pemain Kongo, Arnold Bouka Moutou, yang mencocor umpan diagonal Thievy Bifouma Koulossa pada menit ke-87.

Mesir pun mulai dibayang-bayangi kegagalan ke Piala Dunia sejak 1990. Sebab, pada pertandingan penutup Grup E, tim polesan Hector Cuper itu harus berhadapan dengan tim kuat, Ghana. Tapi nyatanya mereka tak perlu menunda pesta karena wasit menunjuk titik putih setelah pemain Kongo melakukan handball di kotak penalti pada injury time babak kedua.

Salah yang bertugas menjadi eksekutor penalti menuntaskan kewajibannya dengan sempurna. Koleksi poin Mesir di puncak klasemen Grup E pun tak bisa dikejar lagi tiga tim lain di bawah mereka dalam satu laga tersisa.

Pesta pora masyarakat Mesir lolos ke Piala Dunia berlanjut hingga ke luar stadion. Pendukung Mesir menyalakan klakson mobil dan mengibarkan bendera kebangsaan mereka di jalanan umum di berbagai sudut negara tersebut. Di Kota Kairo, sebuah helikopter tentara Mesir menghamburkan ratusan bendera merah-putih-hitam Mesir ke kelompok ribuan penduduk yang berkumpul di Tahrir Square.

“Saya akan memberi selamat kepada tim nasional Mesir atas performa heroik mereka lolos ke Piala dunia. Saya juga memberi ucapan selamat kepada warga Mesir dengan kemenangan ini, yang berhamburan ke jalan, bergembira, dan menerikkan yel  ‘Hidup Mesir’,” jelas Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi, seperti dilansir Alarabiya.net.

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…