Pengunjung berfoto di jembatan selfie Bukit Cinta Dukuh Kepuh, Desa Gunung Gajah, Bayat, Klaten, Senin (22 5/2017). (Mariyana Ricky/JIBI/Solopos) Pengunjung berfoto di jembatan selfie Bukit Cinta Dukuh Kepuh, Desa Gunung Gajah, Bayat, Klaten, Senin (22 5/2017). (Mariyana Ricky/JIBI/Solopos)
Senin, 9 Oktober 2017 21:40 WIB Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Mal di Jogja Berlomba-Lomba Bikin Spot Selfie

Mal di Jogja menciptakan spot swafoto untuk menarik pengunjung.

Solopos.com, JOGJA— DIY tercatat sudah memiliki delapan mal yang masuk dalam Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI). Menghadapi ketatnya persaingan itu, mal dituntut kreatif untuk mendatangkan pengunjung, termasuk menyajikan secara khusus spot untuk pengunjung berswafoto alias selfie.

Asisten General Manager Malioboro Mall, Fera Devi mengakui, jika mal tidak kreatif maka daya tariknya berkurang. Menurutnya mal tidak hanya menjadi tempat berbelanja tetapi untuk menuntaskan kebutuhan rekreasi. Misalnya, arena bermain anak-anak, area kuliner, dan bahkan area khusus untuk mewadahi masyarakat yang ingin melakukan selfie.

“Kami selalu membuat dekorasi yang bisa mengundang customer datang. Seperti yang sekarang temanya Colour Full, kami hadirkan spot selfie di pintu masuk berupa dekorasi lampion berwarna-warni,” katanya, Senin (9/10/2017).

Menurutnya, saat ini pengelola mal harus menyadari bahwa kebutuhan masyarakat untuk rekreasi seperti dengan selfie semakin besar. “Ke mal itu enggak hanya belanja tapi ya selfie juga maka kami memberikan wadah,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum APPBI Pusat Stefanus Ridwan juga mengatakan jika pusat belanja tidak menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, maka akan semakin kalah bersaing. APPBI pun mengimbau kepada seluruh pengelola mal untuk mengikuti perkembangan zaman jika kinerja penjualannya ingin tetap positif.

Salah satu warga Jogja, Nita, mengakui saat ini masyarakat dihadapkan dengan banyak pilihan mal. Namun menurutnya mal yang menjadi pilihannya saat ini adalah yang menyajikan banyak hiburan. “Kalau saya yang sekalian anak-anak bisa main dan ujung-ujungnya kami bisa nonton dan makan,” katanya. Menurutnya, efektivitas waktu sangat menjadi pertimbangan saat datang ke mal. Sebisa mungkin ia datang ke mal yang tidak hanya bisa belanja tetapi bisa melepaskan penat.

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…