Timnas Skotlandia. (JIBI/Reuters/Andrew Boyers)
Senin, 9 Oktober 2017 22:25 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Internasional Share :

KUALIFIKASI PIALA DUNIA
Skotlandia Kalah, Faktor Keturunan Jadi Kambing Hitam

Kualifikasi Piala Dunia diwarnai dengan kekalahan Skotlandia.

Solopos.com, LJUBLJANA – Ternyata bukan hanya faktor skill atau keberuntungan saja yang dapat membawa tim meraih kemenangan. Bagi Skotlandia, ada tambahan satu syarat lagi untuk mengungguli lawan yakni faktor keturunan.

Hal itu diungkapkan Pelatih Skotlandia, Gordon Strachan, seusai timnya tersingkir di laga terakhir dalam perebutan jatah play-off ke Piala Dunia (PD) 2018. Ya, hasil imbang 2-2 melawan Slovenia di Stadion Stozice, Ljubljana, Minggu (8/10/2017) malam WIB, membuat Skotlandia harus melupakan asa tampil perdana di PD sejak 1988.

Mereka melorot ke posisi ketiga di klasemen akhir Grup F lantaran Slovakia menghantam Malta dengan skor 3-0. Nasib James McArthur dkk. kian menyakitkan karena mereka hanya kalah selisih gol dari Slovakia di peringkat kedua.

“Kami tertinggal secara genetik. Itu masalah buat kami karena kami harus berjuang keras merebut bola di setiap kesempatan,” keluh Strachan seperti dilansir BBC, Minggu.

Faktor keturunan yang dimaksud Strachan adalah tinggi badan. Menurut eks pelatih Southampton ini, skuat Skotlandia adalah tim dengan postur mungil kedua setelah Spanyol. BBC mencatat starting line up Skotlandia saat melawan Slovenia rata-rata memiliki tinggi badan lebih rendah 3 sentimeter dibanding lawan.

Bukannya memanfaatkan postur kecil untuk mengoptimalkan permainan dari kaki ke kaki seperti Spanyol, Strachan justru menyebut skuat mini justru merugikan timnya, terutama dalam menghadapi bola mati. “Secara teknik tidak ada yang bisa menyebut bahwa lawan lebih baik daripada kami, kecuali ada pemain saya yang mengatakannya. Namun secara fisik kami memiliki masalah,” ujar Strachan.

Sang pelatih mengaku selalu memutar otak saat menghadapi tim dengan keunggulan tinggi badan. Bahkan, Strachan tak segan meninggalkan sejumlah pemain berpostur kecil meski performanya cukup baik. Winger Newcastle United, Matt Ritchie, menjadi salah satu pemain yang ditinggalkan walau sudah mencetak empat assist bagi timnya.

“Mungkin [di Skotlandia] kami harus menjodohkan laki-laki dan perempuan yang berpostur besar, dan lihat apa yang bakal terjadi,” ucapnya.

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…