Ilustrasi inflasi (Dok/JIBI) Ilustrasi inflasi (Dok/JIBI)
Senin, 9 Oktober 2017 13:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

Kota Madiun Inflasi 0,12% pada September 2017, Ini Pemicunya

Inflasi Madiun 1,12% pada September 2017.

Solopos.com, MADIUN — Kenaikan harga beras menjadi salah satu pemicu terjadinya inflasi di Kota Madiun pada bulan September 2017 yang mencapai 0,12 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 127,70.

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun yang dilansir Kantor Berita Antara, Sabtu (7/10/2017), selain beras, sejumlah komoditas yang dominan memengaruhi terjadinya inflasi pada September 2017 di antaranya harga besi beton, tarif puskesmas, sepatu, dan minyak goreng.

Sedangkan komoditas yang menekan inflasi antara lain harga bawang putih, tarif kereta api, daging ayam ras, cabai rawit, dan bawang merah.

“Sejak beberapa pekan terakhir harga beras naik. Baik untuk beras yang kualitas biasa maupun bagus,” ujar seorang pedagang barang kebutuhan pokok di Pasar Besar Madiun, Lestari, Sabtu.

Dia menambahkan beras kualitas biasa jenis IR 64 naik dari Rp8.500 per kilogram menjadi Rp9.000 per kilogram. Sedangkan beras kualitas bagus jenis mentik dan bengawan naik dari Rp9.500 menjadi kisaran Rp10.000 hinggga Rp11.000 per kilogram.

Ia mengaku tidak tahu alasan dari kenaikan komoditas bahan pokok tersebut. Kenaikan harga terjadi sejak di tingkat distributor.

Sementara, harga komoditas pokok lainnya terpantau relatif stabil karena stok di pasaran yang mampu mengimbangi permintaan konsumen.

Seperti harga gula pasir stabil di angka Rp11.500 per kilogram, telur ayam ras Rp18.000 hingga Rp18.500 per kilogram, daging ayam potong Rp29.500 per kilogram, dan daging sapi Rp110.00 per kilogram.

Kemudian, cabai rawit Rp13.500 per kilogram, cabai merah besar Rp19.000 per kilogram, cabai keriting Rp20.500 per kilogram, bawang merah Rp20.000 per kilogram, dan bawang putih Rp19.000 per kilogram.

 

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…