Beberapa orang menolong pejalan kaki yang tertabrak kendaraan di kawasan fly-over Jatingaleh, Kota Semarang, Jateng, Senin (9/10/2017). (Facebook.com-Andri Pendrex) Beberapa orang menolong pejalan kaki yang tertabrak kendaraan di kawasan fly-over Jatingaleh, Kota Semarang, Jateng, Senin (9/10/2017). (Facebook.com-Andri Pendrex)
Senin, 9 Oktober 2017 20:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

INFRASTRUKTUR SEMARANG
Penyeberang Jalan Kecelakaan di Jatingaleh, Keberadaan JPO Jadi Perdebatan

Infrastruktur berupa jembatan penyeberangan orang di dekat fly-over Jatingaleh menjadi perdebatan setelah terjadi kecelakaan di kawasan tersebut.

Solopos.com, SEMARANG – Kecelakaan lalu lintas menimpa seorang pejalan kaki yang menyeberang di seputar fly-over Jatingaleh, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (9/10/2017). Hal itu pun memicu perdebatan di antara publik dunia maya (netizen) mengenai perlu dan tidaknya jembatan penyeberangan orang (JPO) di dekat infrastruktur baru di Kota Semarang itu.

Perdebatan itu bermula kala pengguna akun Facebook ?Andri Pendrex? membagikan info kecelakaan di kawasan fly-over Jatingaleh ke dinding grup Facebook Media Informasi Kota Semarang (MIK Semar). Ia menyebut unggahannya tersebut sebagai bukti nyata perlunya dibangun jembatan penyeberangan orang (JPO) di lokasi itu.

“Beberapa saat yang lalu ramai postingan tentang jembatan penyeberangan untuk ruas jalan Jatingaleh. Saya menjadi salah satu yang sangat mendukungnya. Dan pagi ini, terjadi kecelakaan yang melibatkan pengendara motor dan penyeberang jalan,” ungkapnya dengan menyertakan foto suasana lokasi kecelakaan.

Banyak yang setuju jika JPO dibangun di kawasan fly-over Jatingaleh. Menurut mereka, jembatan penyeberangan akan memudahkan sekaligus meningkatkan keselamatan pejalan kaki. Tak sedikit juga yang merasa kebingungan jika harus menyeberang di kawasan padat lalu lintas kendaraan di Kota Semarang itu.

“Betul. Harusnya ada pelayanan buat penguna jalan kaki jembatan penyeberangan tiap beberapa jarak,” tulis pengguna akun Facebook Zakri Adwani.

Aku yo bingung meh nyebrang kono , jembatan rak ono , zebra cross yo rak ono [Saya juga bingung, jika menyeberang di fly-over Jatingaleh. Jembatan dan zebra cross tak ada],” tulis pengguna akun Facebook Satriyo Rak Neko Neko.

Namun tak sedikit juga warganet yang tak setuju dengan pemikiran pembuatan JPO di seputaran fly-over Jatingaleh. Menurut mereka, infrastruktur itu tak diperlukan karena sudah terdapat terowongan yang dapat dimanfaatkan pengguna jalan untuk menyeberang di bawah fly-over.

“Kan sudah dibikinkan terowongan di sisi utara, mungkin pejalan kaki kurang mengerti dan lebih mengambil jalan pintas,” ungkap pengguna akun Facebook Fadly Rahman.

“Setahu saya fly-over Jatingaleh ada terowongan buat nyeberang jalan kaki, jadi penyeberang harus tahu biar tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain,” ungkap pengguna akun Facebook Setyo Nugroho.

Menurut sebagian warganet, infrastruktur baru di Kota Semarang itu masih menyisakan masalah yang lebih penting dibanding fasilitas penyeberangan. Menurut mereka, drainase di sekitar fly-over Jatingaleh harus lebih diperhatikan lantaran kawasan tersebut kerap tegenang jika dilanda hujan. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…