Teknisi PLN memperbaiki jaringan serta tiang listrik yang patah di Dukuh Ngaran, Desa Mlese, Ceper, Senin (9/10/2017). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos) Teknisi PLN memperbaiki jaringan serta tiang listrik yang patah di Dukuh Ngaran, Desa Mlese, Ceper, Senin (9/10/2017). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)
Senin, 9 Oktober 2017 18:15 WIB Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos Klaten Share :

INFRASTRUKTUR KLATEN
PLN Masih Selidiki Penyebab Patahnya Tiang Listrik Pertigaan Mlese

Lalu lintas jalan Jogja-Solo di Klaten tersendat karena ada tiang listrik yang patah.

Solopos.com, KLATEN — PT PLN Area Klaten masih menyelidiki penyebab patahnya tiang listrik di Pertigaan Mlese yang menyebabkan lalu lintas jalan raya Jogja-Solo, Dukuh Ngaran, Desa Mlese, Kecamatan Ceper macet, Senin (9/10/2017) dini hari.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, tiang listrik di simpang tiga itu ambruk sekitar pukul 00.18 WIB. Kabel listrik melintang di badan jalan hingga kendaraan yang melintas terhenti dan terpaksa beralih ke jalur lain.

Selain itu, atap teras rumah salah satu warga, Ny. Dirjo, yang berukuran 4 meter x 9 meter rusak. Papan nama salah satu toko modern di dekat lokasi itu juga rusak akibat terseret kabel listrik.

Ditemui di rumahnya, Ny. Dirjo mengatakan saat peristiwa itu terjadi ia berada di rumah. “Saat peristiwa itu memang hujan tetapi tidak ada angin kencang. Tahu-tahu terdengar suara benturan keras,” kata Ny. Dirjo saat ditemui wartawan di rumahnya, Senin.

Soal penyebab ambruknya tiang listrik itu, Ny. Dirjo tak mengetahui secara pasti. Ia menjelaskan setelah peristiwa itu aliran listrik langsung padam.

“Sebenarnya ada kamera CCTV yang terpasang di depan rumah sehingga bisa terpantau sebelum kejadian itu seperti apa. Namun, aliran listrik masih padam,” urai dia.

Salah satu anggota keluarga Ny. Dirjo, Kevin Iksan, menjelaskan setelah kejadian itu kabel sempat melintang di badan jalan. Warga tak berani melintas lantaran khawatir masih ada arus listriknya.

Sekitar pukul 03.00 WIB, kendaraan kembali melintas setelah polisi dan petugas PLN mendatangi lokasi meski belum semua badan jalan bisa dilintasi. “Baru satu jalur yang bisa dilewati saat itu,” kata dia.

Ia menjelaskan tak ada pengendara yang tertimpa kabel listrik. Ia pun tak mengetahui secara pasti penyebab patahnya tiang listrik itu. Hingga Senin sekitar pukul 15.00 WIB, petugas dari PLN masih menangani kabel yang rusak.

Kendaraan masih mengular di kedua ruas jalan hingga pukul 13.00 WIB. Tiang beton setinggi 14 meter itu patah sepanjang sekitar 10 meter.

Asisten Manajer Jaringan PT PLN Area Klaten, Wardiman, masih menganalisis penyebab patahnya tiang listrik itu. Dimintai konfirmasi soal kabar tiang listrik patah lantaran kabel terseret truk pengangkut kendaraan yang melintas di lokasi, Wardiman belum bisa memastikan.

“Penyebabnya masih kami analisis. Tiang listrik itu tidak keropos. Tiang beton kecil kemungkinan keropos, berbeda dengan tiang dari besi. Kalau kemungkinan kabel tersangkut truk kami belum bisa memastikan karena belum ada bukti,” kata dia.

Wardiman mengatakan kerusakan itu berdampak pada matinya aliran listrik di sekitar lokasi hingga radius 1 km. Guna penanganan patahnya tiang listrik itu, PLN melibatkan sekitar 50 teknisi. Selain menyingkirkan tiang patah, para teknisi memasang tiang baru dan memperbaiki jaringan.

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…