Ilustrasi (medicalnewstoday.com) Ilustrasi serangan jantung (medicalnewstoday.com)
Senin, 9 Oktober 2017 13:10 WIB JIBI/Solopos.com/Okezone Gadget Share :

Ilmuwan AS Bikin Sistem Keamanan Komputer dengan Pemindai Detak Jantung

Sistem ini akan memperbarui sistem keamanan sebelumnya yang sempat memakai sidik jari hingga retina.

Solopos.com, NEW YORK – Seorang ilmuwan di Universitas Buffalo, AS telah mengembangkan sistem keamanan komputer baru yang memungkinkan pengguna masuk dengan memindai jantung yang ada di dalam tubuh mereka.

Dilansir NDTV, Senin (9/10/2017), sistem ini diketahui menggunakan radar Doppler tingkat rendah untuk mengukur jantung pengguna, dan kemungkinan terus memantau jantung untuk memastikan tidak ada orang lain yang bisa menjalankan komputer miliknya.

Sistem yang dikembangkan oleh para ilmuwan ini merupakan alternatif yang aman dan berpotensi lebih efektif untuk kata kunci dan pengenal biometrik lainnya, dan akhirnya bisa digunakan untuk smartphone dan sistem keamanan di bandara.

“Kami ingin menggunakannya untuk setiap komputer karena semua orang membutuhkan privasi,” kata Wenyao Xu, asisten profesor di Universitas Buffalo.

Diklaim, kekuatan sinyal radar sistem jauh ini lebih kecil daripada Wi-Fi, sebab itu tidak menimbulkan ancaman kesehatan.

“Kami tinggal di lingkungan sekitar Wi-Fi setiap hari, dan sistem baru ini sama amannya dengan perangkat Wi-Fi. Pembacanya sekitar lima miliwatt, kurang dari satu persen radiasi dari smartphone kami,” tambah Xu.

Sistem pengaman ini membutuhkan sekira delapan detik untuk memindai detak jantung pertama kalinya, dan setelah itu monitor dapat terus mengenali jantung si pemilik.

“Tidak ada dua orang dengan hati yang sama yang pernah ditemukan. Jantung orang tidak akan berubah bentuk kecuali jika menderita penyakit jantung serius,” ungkap Xu.

Sebagaimana diketahui, sistem biometrik berbasis jantung ini telah digunakan selama hampir satu dekade, terutama dengan elektrode yang mengukur sinyal elektrokardiogram. Namun, tidak ada yang melakukan perangkat remote non-kontak untuk menandai ciri-ciri geometri hati untuk diidentifikasi.

Keunggulan dari sistem ini dibanding alat biometrik saat ini adalah seperti sidik jari dan pemindai retina. Ini merupakan perangkat pasif dan non-kontak, sehingga pengguna tidak akan terganggu dengan mengotentikasi dirinya kapan pun mereka akan masuk.

Perangkat ini juga akan memonitor pengguna terus menerus, artinya komputer tidak akan beroperasi jika ada orang yang berbeda di depannya. Karena itu, orang tidak perlu khawatir lupa men-shut down komputernya.

Untuk identifikasi di bandara, sistem ini bisa memantau seseorang hingga jarak 30 meter sekalipun.

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….