Atraksi Wisata Budaya Pergantian Bregada Jaga Kadipaten Pakualaman, Sabtu (07/10/2017). (Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja) Atraksi Wisata Budaya Pergantian Bregada Jaga Kadipaten Pakualaman, Sabtu (07/10/2017). (Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 9 Oktober 2017 18:55 WIB Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Hanya di Pakualaman, Upacara Pergantian Bregada Bisa Ditonton Warga

Atraksi Wisata Budaya Pergantian Bregada Jaga Kadipaten Pakualaman sudah bisa disaksikan untuk umum

Solopos.com, JOGJA– Atraksi Wisata Budaya Pergantian Bregada Jaga Kadipaten Pakualaman sudah bisa disaksikan untuk umum, Sabtu (07/10/2017).

Selain prosesi pergantian prajurit, masyarakat juga disuguhkan dengan jathilan dan grup musik.

Koordinator Atraksi Seni dan Tradisi Kerakyatan Puro Pakualaman RM. Riyo Suryo Taruno, atau Donny Surya Magananda mengatakan bahwa prosesi perpindahan Bregada Jaga alias prajurit penjaga sekarang bisa disaksikan untuk umum. “Dulu hanya intern Keluarga Puro Pakualaman,” jelasnya.

Donny mengklaim, di seluruh Indonesia hanya di Puro Pakualaman saja masyarakat dapat menyaksikan pergantian prajurit kerajaan. “Yang lain hanya di Istana Negara, itu juga bukan kerajaan,” jelasnya

Proses pergantian itu dilakukan setiap 35 hari sekali. Sekitar 200-an masyarakat menonton prosesi itu. Hari Sabtu Kliwon dipilih karena hari itu adalah hari neton alias hari lahirnya KGPA ke-10.

Prajurit yang berganti ada dua, pertama Prajurit Plangkir yang bewarna hitam dan berbaju ala infantri inggris yang berganti dengan Pasukan Lombok Abang yang memakai warna merah dan penutup kepala yang lancip seperti cabai.

Pergantian prajurit sendiri diwarnai dengan prosesi upacara. Prosesi Upacara yang dimpimpin oleh KGPA Mangkubumi ke X atau biasanya diwakilkan oleh Sederek Dalem Pakualaman alias keluarga Pakualaman.

Tak lupa musik iringan suling dan terompet menyertai masuknya prajurit. “Terakhir prajurit akan mengelilingi benteng,” tandas Donni.

Donny mengatakan, dibukanya untuk masyarakat juga untuk memberikan pilihan pariwisata kepada masyarakat. “Kesenian yang kami hadirkan juga hiburan rakyat,” jelasnya

Memang selain atraksi pergantian Prajurit Pakualaman, masyarakat juga dihibur dengan Jathilan Turonggo Seto Mudho Santoso dan group musik Panjer Rino. “kami hadirkan agar anak muda juga mau,” jelasnya

Menurut Sekretaris Dinas Pariwisata DIY, Rose Sutikno, acara ini merupakan hasil kerjasama Dinas Pariwisata dengan Keluarga Besar Puro Pakualaman DIY. “Kami mencari apa yang bisa digali di Puro Pakualaman,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi Keluarga Puro Pakualaman atas dibukanya prosesi pergantian prajurit. Ia berharap Puro Pakualaman untuk berani menggali dan menampilkan budaya yang ada didalam Puro Pakulaman. “Saya yakin budaya lain bisa digali dan dimunculkan,” tutupnya.

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…