Google Doodle Bagong Kussudiardja Google Doodle Bagong Kussudiardja. (Google.com)
Senin, 9 Oktober 2017 14:30 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Internet Share :

GOOGLE DOODLE
Google Pajang Seniman Jogja Bagong Kussudiardja

Google Doodle hari ini, Senin (9/10/2017), memajang versi kartun seniman asal Yogyakarta Bagong Kussudiardja.

Solopos.com, SOLO – Hari ini, Senin (9/10/2017) ada yang spesial dari Google Doodle Indonesia. Header utama milik mesin pencari di Internet itu memajang tokoh seniman asal Indoensia. Goodle Doodle memajang versi kartun dari Bagong Kussudiardja untuk memperingati hari lahir ke-89 sang seniman.

Bagong Kussudiardja merupakan seniman kelahiran Yogyakarta 9 Oktober 1928. Ia merupakan putra dari R.B. Tjondro Sentono dan Siti Aminah. Bagong sendiri merupakan ayah dari dua tokoh seniman populer asal Yogyakarta, Djaduk Ferianto dan Butet Kertaradjasa.

Bagong dikenal sebagai pelukis dan koreografer berbakat yang menghasilkan banyak karya. Dikutip dari laman Wikipedia, Senin, Bagong mengawali karier di dunia seni sebagai penari Jawa klasik pada tahun 1953. Sekolah Tari Kredo Bekso Wiromo adalah tempat Bangong menimba ilmu tari.

Selama kariernya sebagai penari, Bagong disebut-sebut sudah menciptakan lebih dari 200 tarian, beberapa yang populer adalah Satria Tangguh, Kebangkitan dan Kelahiran Isa Almasih, dan Bedaya Gendeng.

Selain menari, Bagong juga pelukis andal. Bagong disebut sebagai perintis seni lukis batik kontemporer. Sosok Bagong di Google Doodle tampak duduk di depan latar belakang lukisan orang-orang dengan busana mirip batik dengan pose seperti sedang menari. Sepertinya doodle tersebut terinspirasi dari dua jenis kesenian yang didalami Bagong.

Selain peninggalan berupa tarian dan lukisan, Baging yang tutup usia pada 15 Juni 2004 meninggalkan sebuah padepokan seni. Pada 2 Oktober 1978 Bagong membuka Padepokan Seni Bagong Kussudiardja. Padepokan itu masih ada hingga sekarang.

Padepokan Seni Bagong Kussudiardja terletak di Dusun Kembaran, Tamantirto, Kasihan, Bantul, D.I. Yogyakarta. Padepokan ini memberi pendidikan non formal untuk tari, karawitan, teater,ketoprak, hingga musik.

Padepokan tersebut menarik perhatian sutradara film Ada Apa Dengan Cinta? 2, Riri Riza. Akhirnya padepokan ini muncul sebagai latar tempat dalam cerita film fenomenal yang tayang 2016  itu.

 

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Kawasan Pantai Dipasangi Rambu, Kenapa?

Sedikitnya ada delapan rambu rawan longsor di sejumlah titik yang dinilai sebagai zona bahaya Solopos.com, GUNUNGKIDUL—Datangnya musim hujan mulai diwasapai, pasalnya hal itu dapat mengakibatkan sejumlah bukit di sepanjang wilayah pantai mudah longsor. Untuk itu sejumlah rambu peringatan rawan longsor…