Situasi Jl. dr. Moewardi menjelang perlintasan KA Manahan, Solo, Sabtu (7/10/2017). (Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos) Situasi Jl. dr. Moewardi menjelang perlintasan KA Manahan, Solo, Sabtu (7/10/2017). (Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos)
Senin, 9 Oktober 2017 19:15 WIB Farida Trisnaningtyas/JIBI/Solopos Solo Share :

FLYOVER MANAHAN SOLO
Pemkot Ajukan Tambahan Rp3 Miliar untuk Finishing

Pemkot Solo mengajukan tambahan anggaran Rp3 miliar untuk finishing flyover Manahan.

Solopos.com, SOLO — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Solo mengajukan tambahan anggaran senilai Rp3 miliar dalam APBD 2018 untuk finishing proyek jalan layang (flyover) Manahan.

Hal ini dipaparkan dalam rapat kerja anggaran (RKA) dengan Komisi II DPRD Solo di Gedung DPRD Solo, Senin (9/10/2017). Wakil Ketua Komisi II DPRD Solo, Supriyanto, menyetujui pengajuan anggaran untuk jalan layang Manahan ini. (Baca: Ini 4 Proyek Pendamping yang Dikerjakan Pemkot Tahun Depan)

Namun demikian, ia mengingatkan Dinas PUPR agar menyelesaikan pekerjaan finishing flyover tepat waktu dan berkualitas. “Kami menyetujui anggaran untuk finishing flyover Manahan. Kami berharap hal yang terjadi pada 2017 tidak terulang lagi dengan perencanaan yang lebih matang,” paparnya kepada wartawan.

Alokasi anggaran Rp3 miliar ini untuk kelengkapan penerangan jalan umum (PJU) di jalan layang Jl. M.T. Haryono dan Jl. Adisucipto. Selain itu, tahap finishing ini juga mencakup jalur hijau, jalur lambat, serta pengaspalannya.

Politikus senior Partai Demokrat Solo ini mengingatkan Dinas PUPR segera merampungkan urusan nonteknis sebelum dimulainya pembangunan konstruksi jalan layang. Setidaknya hal di luar teknis ini bisa rampung sebelum proyek dimulai November mendatang.

Salah satu yang segera diselesaikan adalah pembebasan lahan Hotel Agas. Sebelumnya, anggaran kegiatan pendukung flyover Manahan ini dialokasikan Rp14,321 miliar yang diajukan dengan mekanisme mendahului anggaran pada APBD 2017.

Kegiatan pendukung ini meliputi peningkatan drainase sisi barat Jl. dr. Moewardi, penataan Jl. dr. Moewardi, pembebasan tanah untuk mendukung akses jalan, penataan simpang empat Pasar Nongko, penyusunan feasibility study, penyusunan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL UPL), serta penyusunan analisis dampak lalu lintas.

Sekretaris Komisi II DPRD Solo, Janjang Sumaryono Aji, menambahkan finishing jalan layang Manahan ini ditanggung APBD Solo. Pemerintah pusat hanya membiayai konstruksi flyover, sementara urusan kelengkapan menjadi tanggung jawab Pemkot.

“Kami sepakati pengajuan anggaran ini untuk kelengkapan jalan layang Manahan agar pekerjaan rampung secara menyeluruh. Apalagi tahun depan Pemkot berencana membangun flyover Purwosari,” katanya.

Anggota Komisi II DPRD Solo, Quatly Abdulkadir Alkatiri, turut mewanti-wanti Pemkot agar menyelesaikan proyek tepat waktu. Setidaknya butuh 10 bulan optimal untuk pekerjaan ini, dua bulan di antaranya untuk finishing.

“Kami berharap ini dilaksanakan sebaik-baiknya. Pembangunan jalan layang Manahan diperkirakan rampung Oktober 2018 sehingga sebulan setelahnya bisa langsung digunakan,” jelasnya.

 

lowongan pekerjaan
KONSULTAN PERENCANAAN BANGUNAN GUDANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Jokowi Mengaku Hampir Jadi Orang Batak

Presiden Jokowi kembali melontarkan candaannya saat berkunjung ke Sumatra Utara. Solopos.com, MEDAN — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan dirinya akan sering bertandang ke Provinsi Sumatra Utara. Hal itu bukan hanya untuk mengecek progres proyek-proyek infrastruktur, tetapi ada hal lain yang…