Situasi Jl. dr. Moewardi menjelang perlintasan KA Manahan, Solo, Sabtu (7/10/2017). (Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos) Situasi Jl. dr. Moewardi menjelang perlintasan KA Manahan, Solo, Sabtu (7/10/2017). (Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos)
Senin, 9 Oktober 2017 06:35 WIB Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos Solo Share :

FLYOVER MANAHAN SOLO
Pelaku Usaha Atur Strategi, Sebagian Pindahkan Outlet

Pelaku usaha di sekitar lokasi pembangunan flyover Manahan Solo mulai mengatur strategi.

Solopos.com, SOLO — Beberapa pelaku usaha di sekitar perlintasan kereta api Manahan, Solo, mulai mencari solusi atas dampak yang timbul dari proses pembangunan flyover Manahan. Beberapa pelaku usaha berencana memindahkan outlet mereka dari lokasi saat ini.

Proses pembangunan flyover dinilai bisa berdampak pada operasional sejumlah toko atau outlet di sekitar lokasi tersebut. Selain masalah rekayasa lalu lintas, proses pembangunan termasuk operasional alat-alat berat dikhawatirkan bisa mengganggu kenyamanan pengunjung.

Diketahui ada beberapa toko di kawasan tersebut, seperti Alishba Oriental Carpets, Arfa Barbershop, Mister Burger, Rown Division, Sophie Souffle, dan sebagainya. Menurut Head Marketing Alishba Oriental Carpets, Miftahudin Afif, mengatakan selama pembangunan flyover, kemungkinan besar akan berdampak pada operasional toko. (Baca: MRLL Disimulasikan, Ini Curhatan Warga soal Sulitnya Lolos dari Kemacetan)

“Untuk usaha, mungkin memang terkendala. Pertama pada [rencana] pembangunan drainase. Kemudian saat pembangunan flyover tentu juga akan ada dampaknya,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (7/10/2017).

Dia mengatakan saat simulasi rekayasa lalu lintas beberapa hari lalu, dia sudah merasakan dampaknya. “Pada Rabu [4/10/2017], pengunjung kosong. Kemudian pada Kamis [5/10/2017], setelah simulasi selesai pengunjung mulai kembali,” kata dia.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Alishba akan pindah ke lokasi lain untuk sementara waktu. Dengan cara itu dia berharap operasional toko bisa tetap berjalan. “Ini sudah ada wacana dari pusat. Tapi kami belum cari lokasinya,” kata dia.

Saat ini ia juga belum mengetahui jadwal pasti pelaksanaan pembangunan tersebut. Selama ini dirinya hanya mendapatkan informasi yang diberitakan di media massa. Dia berharap segera ada pemberitahuan secara resmi terkait pelaksanaan pembangunan flyover Manahan.

Hal senada juga disampaikan penanggung jawab Arfa Barbershop Kota Barat, Kuntadi. Dia menyayangkan belum ada informasi pasti mengenai jadwal pembangunan flyover. Saat ini dia masih menunggu jadwal tersebut.

“Waktunya kapan? Itu perlu untuk kami mempersiapkan diri. Saat ini pelaku usaha di sekitar lokasi yang direncanakan mau dibangun tentu memikirkan hal ini. Apalagi kontrakan [kios] sudah diperpanjang,” kata dia.

Namun, Kuntadi mengatakan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk terkait dampak pembangunan, dia berencana pindah lokasi untuk sementara waktu. Sementara saat ini sebagian tenaga pemotong rambut di outlet tersebut juga sudah mulai dipindahkan ke outlet lain.

“Sebelumnya ada lima, saat ini tinggal tiga yang ditempatkan di sini,” kata dia.

Terkait pelaksanaan simulasi rekayasa lalu lintas beberapa hari lalu, Kuntadi mengakui hal itu berdampak pada pengurangan jumlah pengunjung. Dia mengatakan penurunan terjadi sekitar 60 persen.

Sementara itu, Manajer Area Solo Mister Burger, Iwan Sutiyanto, mengatakan masih melihat situasi dan kondisi lokasi yang saat ini ditempatinya. “Jika bicara dampak, tentu ada, terutama berkaitan dengan omzet,” kata dia, Sabtu.

Dia menyebutkan penurunan omzet terjadi hingga 50 persen saat dilakukan simulasi pengalihan arus. Sama seperti yang lain, dia pun berencana memindahkan outletnya untuk sementara waktu ke lokasi lain.

Hanya dia mengaku belum memiliki gambaran lokasi yang akan dituju. Dia juga masih menunggu jadwal pasti pembangunan flyover.

Dia juga masih mempertimbangkan biaya sewa kios yang telah dibayarkan. “Kami kontrak dua tahun, baru berjalan setahun,” kata dia.

lowongan pekerjaan
PT.COMBINE WILL INDUSTRAL INDONESIA (TOYS FACTORY), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

PROSTITUSI SEMARANG
Isu Penutupan Kian Santer, SK Sepi

Prostitusi di Semarang, salah satunya terpusat di kawasan Resosialisasi Argorejo atau Sunan Kuning (SK). Solopos.com, SEMARANG — Kebijakan Pemerintah Joko Widodo (Jokowi) yang menargetkan Indonesia Bebas Prostitusi 2019 rupanya tak dianggap isapan jempol oleh penghuni Resosialisasi Argorejo atau Sunan Kuning…