Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pengarahan para kapolda dan kapolres se-Indonesia saat membuka Apel Kasatwil 2017 di Akpol Semarang, Senin (9/10/2017). (JIBI/Solopos/Antara/ I.C.Senjaya) Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pengarahan para kapolda dan kapolres se-Indonesia saat membuka Apel Kasatwil 2017 di Akpol Semarang, Senin (9/10/2017). (JIBI/Solopos/Antara/ I.C.Senjaya)
Senin, 9 Oktober 2017 11:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

AGENDA PRESIDEN
Ke Akpol Semarang, Jokowi Buka Apel Kasatwil Polri

Agenda Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Akpol Semarang adalah untuk membuka apel kasatwil Polri 2017.

Solopos.com, SEMARANG — Presiden Joko Widodo, Senin (9/10/2017), menyambangi Kampus Akademi Kepolisian (Akpol) di Kota Semarang, Jawa Tengah. Agenda presiden di Akpol adalah untuk membuka apel para kepala satuan wilayah (kasatwil) Polri 2017.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menyebutkan bahwa pengarahan kepada peserta Apel Kepala Satuan Wilayah Tahun 2017 menjadi agenda pertama yang mengawali agenda kegiatan kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Provinsi Jawa Tengah. Presiden tiba di Kota Semarang pada pukul 00.00 WIB, setelah melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Timur.

Hadir dalam pembukaan kegiatan tahunan Polri tersebut antara lain Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan sejumlah pejabat tinggi negara seperti Menteri Koordinator Polhukam Wiranto, dan Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat.

Tito Karnavian dalam laporannya mengatakan kegiatan rutin ini diikuti oleh 546 kapolda dan kapolres dari berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan kali ini, menurut dia, mengambil tema “Polri Yang Promoter Dalam Mengamankan Pilkada Serentak 2018”. “Pilkada serentak dilaksanakan Juni 2018, oleh karena itu harus disiapkan sejak sekarang,” katanya.

Menurut dia, ada 171 provinsi, kabupaten dan kota yang akan menggelar pilkada serentak. Maka, kata dia, para kepada satuan wilayah harus mulai melakukan pemetaan kerawanan sejak saat ini.

Dalam kesempatan itu, Presiden memberi pengarahan tentang kesiapan Polri dalam menghadapi pilkada serentak 2018. Jokowi mengingatkan dan menyadarkan semua pihak bahwa telah terjadi perubahan global yang besar di bidang teknologi informasi. “Kita tahu semuanya, hampir semua negara bicara robotik, bukan internet tapi artifisial intelijen, perubahan ini harus kita ikuti, detail,” katanya.

Karena itu, Presiden meminta agar semua pihak mengantisipasi perubahan global tersebut dengan terus berinovasi dan tidak terjebak pada rutinitas yang monoton.

Setelah menuntaskan agenda kegiatan di Akpol Semarang, Kepala Negara dijadwalkan menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Semarang. Sebelum kembali ke Jakarta, Presiden akan menyerahkan sertifikat untuk rakyat di Kawasan Simpang Lima, Kota Semarang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…