Wali Kota Solo, F.X.Hadi Rudyatmo, berswafoto (selfie) dengan sukarelawan IBM Corporate Service Corps (CSC) seusai pembukaan CSC di Manganti Praja Solo, Senin (9/10/2017). (Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos) Wali Kota Solo, F.X.Hadi Rudyatmo, berswafoto (selfie) dengan sukarelawan IBM Corporate Service Corps (CSC) seusai pembukaan CSC di Manganti Praja Solo, Senin (9/10/2017). (Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos)
Senin, 9 Oktober 2017 16:15 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solop Solo Share :

30 Hari di Solo, 13 Sukarelawan IBM CSC akan Berikan Solusi Masalah

13 Sukarelawan IBM Corporate Service Corps berkunjung ke Solo.

Solopos.com, SOLO — IBM Corporate Service Corps (CSC) menggelar aktivitas sosial di Kota Solo selama 30 hari mulai Senin (9/10/2017).  IBM CSC yang beranggotakan 13 sukarelawan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dari berbagai negara itu berkolaborasi dengan empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

Yakni Bappeda, Dinas Perhubungan, Solo Techno Park (STP), dan BLK Solo. Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, juga akan mengajak tiga belas bule itu dalam kegiatan Mider Praja setiap Jumat pagi dan agenda Sanja Warga.

“Mider praja dan sanja warga ini adalah agenda jalan-jalan ke kampung-kampung. Kami ‘belanja’ di sana, belanja masalah apa yang terjadi di masyarakat serta mencari aspirasi untuk solusinya,” kata Rudy, saat berbincang dengan relawan IBM CSC di Manganti Praja, Senin.

Country Manager CSR IBM Indonesia, Santi Diansari Sarino, menjelaskan 13 sukarelawan dengan berbagai latar belakang keahlian itu berasal dari Slovakia, Kroasia, Pakistan, India, Argentina, Amerika Serikat, Turki, Irlandia, India, Nigeria, Jerman, dan Inggris.

“CSC adalah aktivitas sosial para sukarelawan yang akan mendedikasikan waktu mereka selama 30 hari untuk membagi keahliannya membantu sebuah kota atau lembaga, bisa dalam bentuk konsultasi, advokasi, saran, untuk percepatan program yang ada di lembaga tersebut,” papar Santi.

Melalui program ini IBM juga akan membagikan solusi inovasi dengan memperhatikan permasalahan di masyarakat. Di STP misalnya, IBM akan berbagi keahlian agar STP bisa menghasilkan tenaga kerja yang terampil.

Di Dishub, IBM juga akan berbagi solusi terkait masalah kepadatan arus lalu lintas dan upaya menekan angka pelanggaran lalu lintas di kota. Dengan Bappeda, mereka akan menggelar kampanye terkait cancer care on the will yakni mengatasi penyakit kanker dengan memanfaatkan kearifan lokal.

“Nanti akan kami libatkan seluruh potensi untuk kampanye bahwa kanker bisa disembuhkan,” ujar Santi. IBM juga akan menggelar community service kepada UKM-UKM khususnya kaum perempuan dan difabel.

Santi menjelaskan Solo menjadi salah satu kota yang dipilih IBM untuk kegiatan sosialnya karena Solo dinilai sebagai kota yang unik.

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…