Viral di Medsos. Cerita mengenai Bambang Dwi Baskoro yang dikabarkan mengajar kelas kosong. (Twitter)
Minggu, 8 Oktober 2017 09:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

TRENDING SOSMED
Dikabarkan Ngajar Kelas Kosong, Dosen FH Undip Pilih Bungkam

Trending sosmed kali ini mengenai dosen yang mengajar kelas kosong di FH Undip ramai.

Solopos.com, SEMARANG – Salah satu dosen di Fakultas Hukum (FH) Universitas Diponegoro (Undip), Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Bambang Dwi Baskoro, menjadi trending sosmed setelah dikabarkan mendapati kelasnya kosong tanpa mahasiswa. Meski sudah ramai dibicarakan di media sosial (medsos), Baskoro enggan memberikan klarifikasi.

Bahkan saat dihubungi Semarangpos.com melalui sambungan telepon, bukan Baskoro yang mengangkatnya, melainkan istrinya. Istri Baskoro yang enggan menyebutkan namanya itu menegaskan tak ingin kabar yang terlanjur menjadi trending sosmed itu terus-terusan dibahas.

Udah, udah! Masalah itu [kabar mengajar kelas kosong] enggak usah diperpanjang. Saya istrinya. Itu tidak usah diperpanjang,” ujar istri Baskoro, Jumat (6/10/2017) malam.

Wanita tersebut juga menegaskan tak ingin suaminya menjadi perbincangan publik. “Dia [Baskoro] enggak mau [klarifikasi]. Ini enggak ada. Sudah lah. Itu enggak usah diperpanjang terus,” tegasnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Humas Undip, Nuswantoro, membenarkan peristiwa tak adanya mahasiswa di FH Undip saat mata kuliah yang ditangani Baskoro. Hal itu terjadi lantaran kesalahan komunikasi. Nuswantoro menjelaskan sehari sebelum ujian tengah semester (UTS) biasanya mahasiswa di beberapa fakultas diliburkan. Ia menduga ada kesalahan koordinasi antara sang dosen dengan para mahasiswa.

Trending sosmed mengenai dosen FH Undip itu bermula dari cuitan pengguna akun Twitter @_fransiskancis, Kamis (6/9/2017). Ia menjelaskan Baskoro yang telah menempuh perjalanan jauh dari Purwodadi, Kabupaten Grobogan ke Kota Semarang justru mendapati kelasnya di FH Undip kosong tanpa mahasiswa.

Selang 15 menit, baru ada satu mahasiswa yang datang dan kuliah pun dimulai. Tak berapa lama kemudian, ada dua mahasiswa lain yang datang mengikuti kelas Baskoro. Kisah itu menjadi viral lantaran sang dosen yang dikabarkan sudah menempuh perjalanan jauh justru mendapati kelasnya dalam keadaan kosong.

Namun, saat ditanya perihal tempat tinggal secara terperinci, istri Baskoro lagi-lagi tak bersedia memberikan keterangan. “Udah, enggak usah. Tidak usah diperpanjang,” tandasnya dengan kalimat yang tak jauh beda dengan sebelumnya. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semrangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…