Ilustrasi suasana Suran Agung Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo di Ponorogo. (Youtube.com) Ilustrasi suasana Suran Agung Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo di Ponorogo. (Youtube.com)
Minggu, 8 Oktober 2017 12:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

Ribuan Pesilat Serbu Madiun, 1.500 Personel Disiagakan

Sebanyak 1.500 personel gabungan Polri dan TNI akan jaga keamanan dalam kegiatan Suran Agung 2017.

Solopos.com, MADIUN — Ribuan pesilat Persaudaraan Setia Hati (PSH) Winongo dari berbagai daerah menyerbu Kota Madiun untuk mengikuti kegiatan Suran Agung, Minggu (8/10/2017). Sebanyak 1.500 personel gabungan dari Polri dan TNI pun dikerahkan untuk mengamankan kegiatan akbar tahunan itu.

Kapolres Madiun Kota, AKBP Sonny Mahar Budi Adityawan, mengatakan 1.500 personel itu ditempatkan di sejumlah lokasi untuk memastikan kegiatan Suran Agung berjalan lancar. Petugas juga akan memantau peserta yang datang membawa sepeda motor. (Baca: Peserta Suran Agung Dilarang Bawa Atribut Bonek)

“Dalam maklumat kan sudah dijelaskan peserta tidak boleh menggunakan sepeda motor. Mereka harus berangkat menggunakan kendaraan roda empat,” kata Sonny, Sabtu (7/10/2017).

Kegiatan Suran Agung ini diikuti ribuan pesilat dari Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan Madiun. Pemantauan keamanan juga dilakukan di perbatasan-perbatasan wilayah tersebut.

Kegiatan Suran Agung PSH Winongo akan terpusat di padepokan PSHW Tunas Muda Jl. Doho, Kota Madiun. Petugas juga mengimbau peserta tidak meluapkan euforia di jalan-jalan guna menghindari gesekan dengan perguruan lain.

Dia menuturkan peserta kegiatan Suran Agung ini diperkirakan lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini karena PSH Winongo cabang Magetan juga akan menyelenggarakan kegiatan serupa di Magetan pada 14 Oktober 2017.

Sedangkan PSH Winongo cabang Ponorogo juga akan menyelenggarakan Suran Agung pada 15 Oktober 2017. “Ke depan diharapkan setiap cabang akan menyelenggarakan di daerahnya masing-masing sehingga pesilat yang ke Madiun tidak banyak dan keamanan bisa lebih kondusif,” kata ini.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…