Ilustrasi
Minggu, 8 Oktober 2017 05:30 WIB Jafar Sodiq/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

Remaja 16 Tahun Bunuh Ayah Kandung Gara-Gara Dua Tahun Diperkosa

Ayah perempuan itu terkenal pemabuk dan memunyai perilaku buruk.

Solopos.com, SOLO – Seorang remaja putri berusia 16 tahun di Distrik Sambhal, Uttar Pradesh, India membunuh ayah kandungnya sendiri. Penyelidikan dari aparat mengungkap bahwa, remaja itu mengaku muak lantaran selalu diperkosa selama dua tahun.

Dilansir Emirates247, Jumat (6/10/2017), perempuan yang tak disebut namanya itu mengakui kepada polisi memukul ayahnya memakai tongkat ketika kembali mau memerkosanya.

Warga desa membela gadis malang tersebut di hadapan polisi. Mereka mengatakan kepada aparat bahwa ayah perempuan itu terkenal pemabuk dan memunyai perilaku buruk.

Bahkan, warga juga mengakui kepada polisi bahwa laki-laki tersebut membunuh istri sekaligus ibu gadis itu 9 tahun lalu.

Polisi kekinian meminta gadis itu melakukan sejumlah tes medis untuk memverifikasi alasannya membunuh sang ayah.

Penyidik kasus itu, Subinspektur Shamshad Ali mengatakan, gadis itu menyerahkan diri ke kantor polisi pada Selasa (3/10/2017). Ketika itu ia ditemani adik perempuan dan tetangganya.

“Gadis itu mengatakan kepada kami bahwa ayahnya selalu memerkosa dia selama dua tahun terakhir. Karena tak lagi tahan, dia membunuh sang ayah,” tutur Ali dilansir IBTimes, Jumat (6/10/2017).

Dulu, kata dia, gadis tersebut telah mengadukan perbuatan ayahnya kepada sang ibu yang buta. Namun, ibunya tak bisa berbuat apa-apa untuk membela dirinya.

“Kalau ayahnya pulang ke rumah dalam keadaan mabuk, ia memukul istrinya dan memerkosa anaknya,” terang Ali.

Polisi telah mengajukan kasus perkosaan terhadap ayah almarhum memakai Undang-Undang Pelanggaran Seksual (POCSO). Tuntutan itu tetap dilakukan meski si ayah sudah tewas, agar gadis tersebut terbebas dari hukuman pembunuhan.

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…