Pabrik jamu PT Nyonya Meneer di Jl. Raya Kaligawe, Semarang, Jateng tampak lengang, Selasa (8/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan) Pabrik jamu PT Nyonya Meneer di Jl. Raya Kaligawe, Semarang, Jateng tampak lengang, Selasa (8/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)
Minggu, 8 Oktober 2017 17:34 WIB Anggara Pernando/JIBI/Bisnis Hukum Share :

Nyonya Meneer Pailit, 3 Investor Besar Ingin Ambil Alih

Sejumlah investor besar sedang berunding dengan tim kurator untuk kemungkinan mengambil alih Nyonya Meneer yang pailit.

Solopos.com, SEMARANG — Kurator Kepailitan PT Nyonya Meneer mengundang sebanyak mungkin investor serius untuk dapat mengambilalih dan menyelamatkan merek pabrik jamu legendaris tersebut .

Kurator Kepailitan Nyonya Meneer, Ade Liansah, mengatakan merek jamu ini terbukti telah bertahan tiga generasi. Bahkan tahun depan terdapat investor yang serius menyelamatkan perusahaan itu. “Produk jamu Nyonya Meneer ini harus diselematkan dengan pertimbangan sudah berjalan tiga generasi,” kata Ade, Minggu (8/10/2017).

Semenjak berdiri 1919, kata dia, Nyonya Meneer telah terbukti sebagai produk jamu yang berkualitas. Ini terbukti dengan masih setianya para pengguna produk tradisional ini semenjak dahulu hingga saat ini. “Kurator selalu terbuka dengan adanya investor,” katanya.

Ade tidak bersedia menyebutkan investor yang tengah berunding dengan tim kepailitan. Akan tetapi dalam sidang pencocokan tagihan, dia menyebutkan terdapat tiga investor strategis yang berbeda, termasuk tim Rachmat Gobel yang melakukan pembicaraan mengambil alih Nyonya Meneer melalui kurator.

Ade mengatakan saat ini tim kurator lebih fokus memperpanjang 72 merek yang kadaluarsa serta menelusuri harta bergerak milik perusahaan. Pasalnya, hanya dua aset ini yang masih tersisa dari perusahaan setelah kreditur pemegang jaminan yakni Bank Papua berhasil melelang seluruh aset di bawah penguasaanya.

“Terlepas dari penjualan fixed asset milik Nyonya Meneer yang telah dieksekusi oleh Bank Papua kemarin, sampai saat ini kurator selalu terbuka dengan adanya investor,” katanya.

Untuk melaksanakan lelang aset kekayaan intelektual ini, kurator terlebih dahulu harus mendaftarkan ulang ke Kementerian Hukum dan HAM. Ade mengatakan pihaknya belum dapat memperkirakan jadwal dan nilai aset karena membutuhkan penilaian dari pihak ketiga.

Pengacara Buruh dari kantor pengacara Anwar, Agoeng & Associates, Paulus Sirait, mengharapkan kurator dapat menemukan harta lainnya dari Nyonya Meneer. Harta yang berhasil ditemukan diharapkan dapat dilepas dengan nilai semaksimal mungkin.

Paulus mengatakan saat ini pihaknya menunggu keputusan hakim pengawas mengenai ketidaksepakatan nilai piutang Nyonya Meneer kepada buruh. Pasalnya dari klaim Rp85 miliar yang diajukan, kurator hanya mengakui Rp29 miliar.

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…