Penyanyi Ita Purnamasari tampil dalam Golden Sweet Memory di Adiwangsa Hotel, Solo. Sabtu (7/10/2017). (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos) Penyanyi Ita Purnamasari tampil dalam Golden Sweet Memory di Adiwangsa Hotel, Solo. Sabtu (7/10/2017). (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)
Minggu, 8 Oktober 2017 01:00 WIB Mahardini Nur Afifah/JIBI/Solopos Nada Share :

KONSER MUSIK
Ita Purnamasari dan Atiek CB Tampil Prima Meski Usia Tak Lagi Muda

Konser musik Ita Purnamasari dan Atiek CB berlangsung di Solo.

Solopos.com, SOLO — Dua diva pop legendaris Tanah Air, Ita Purnamasari, 50, dan Atiek CB, 54, tetap tampil prima di usia mereka yang telah menyentuh kepala lima.

Hal itu dibuktikan saat keduanya bernyanyi di hadapan seratusan penggemar di Adhiwangsa Hotel & Convention Solo, Sabtu (7/10/2017) malam. Ita dan Atiek tampil energik memboyong sederet lagu hits andalan yang pernah berjaya pada 1980an-1990an.

Dari balik panggung bernuansa hitam pertunjukan musik Golden Sweet Memory, Ita Purnamasari muncul dibalut gaun hitam berpotongan asimetris. Dia menuju bagian tengah panggung sembari menyambar mikrofon dan menggeber lagu Penari Ular. Sesekali ia meliuk-liukkan tubuhnya menirukan gaya penari ular sungguhan.

“Senang banget ketemu dengan mbak-mbak dan mas-mas di Solo sing ganteng pol,” ujar Ita menyapa penggemar yang telah dua jam menantikannya naik pentas.

Ia lantas berjalan ke sudut panggung dan duduk di sana. Kakinya selonjoran. Dengan anggun, ita membawakan lagu Sanggupkah Aku. “Ini lagu yang bikin baper kalau kata anak sekarang,” tuturnya lagi.

Salah seorang penonton maju ke panggung dan menyerahkan setangkai mawar putih bagi sang biduan. “Matur nuwun kembange, Mas,” kata Ita.

Meski usianya kian matang, namun istri musisi Dwiki Dharmawan ini membuktikan kualitas vokalnya masih prima dan mampu menaklukkan nada-nada tinggi seperti saat masih belia. Sederet tembang andalannya seperti Hanya Satu Kata dan Cintaku Padamu, mengalun merdu tanpa cela.

Penyanyi Atiek CB tampil memukau penggemar dalam Golden Sweet Memory di Adiwangsa Hotel, Solo, Sabtu (7/10/2017) malam. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)

Penyanyi Atiek CB tampil memukau penggemar dalam Golden Sweet Memory di Adiwangsa Hotel, Solo, Sabtu (7/10/2017) malam. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)

Selepas Ita undur diri untuk jeda dari penampilannya, muncul sosok perempuan bertubuh mungil berjalan ke panggung sembari mencincing dress panjang bertali spaghetti berwarna merah sampanye.

Ankle boots hitam tak menolong langkahnya yang sedikit terhuyung. “Saya ini enggak biasa pakai dress. Makanya tak goceki terus. Ameh ceblok,” ujarnya sambil terbahak.

Penonton yang telah akrab dengan Atiek CB pun menyambut gaya sang idola dengan menghujaninya tepuk tangan meriah. Ia membuka penampilannya dengan lagu pop-rock Kau Ada Di Mana.

“Maaf, tadi telat masuknya [merujuk ke musik]. Maklum, sudah uzur. Kalau lima tahun lagi diundang ke sini, saya sudah pakai teken [tongkat] kali ya?” katanya bercanda.

Atiek yang telah lama bermukim di Amerika Serikat menikmati penampilannya tampil menghibur penggemar di Kota Bengawan.

Gaya Atiek di panggung masih terlihat energik dengan jogetan khas lady rocker 1980an yang biasa mengentakkan kaki dan sedikit menggoyangkan kepala serta tubuhnya.

Semangatnya kembali membuncah ketika menggeber lagu Rock and Roll milik band rock gaek Led Zeppelin. Atiek bahkan mengajak sejumlah penggemarnya naik panggung untuk joget bersama. Pelantun lagu Terserah Boy ini tak segan menyambangi tempat duduk penonton dan murah hati diajak berswafoto.

Salah seorang penggemar fanatik Atiek CB yang tergabung dalam Fanatiek, Faturrochman, 43, sengaja datang bersama 15 orang anggota rombongan dari Ponorogo, Lombok, Malang, Kediri, Jakarta, dan sebagainya.

“Kami ke sini untuk mendukung Mbak Atiek supaya mau terus menyanyi. Gayanya di panggung tidak berubah, suaranya masih prima, dan masih seksi. Kami support Mbak Atiek untuk pede terus berkarya,” kata pria yang datang dari Ponorogo ini.

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…