Api menyala-nyala di gudang penyimpanan kayu bahan mebel di Dukuh Kembangan, Desa Nepen, Teras, Minggu (8/10/2017) dini hari. (Foto Istimewa/ Dokumen Polsek Teras) Api menyala-nyala di gudang penyimpanan kayu bahan mebel di Dukuh Kembangan, Desa Nepen, Teras, Minggu (8/10/2017) dini hari. (Foto Istimewa/ Dokumen Polsek Teras)
Minggu, 8 Oktober 2017 17:15 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

KEBAKARAN BOYOLALI
Gudang Mebel di Teras Terbakar, Pemilik Rugi Rp100 Juta

Gudang mebel di Teras, Boyolali, terbakar dan pemiliknya dirugikan hingga Rp100 juta.

Solopos.com, BOYOLALI — Gudang penyimpanan kayu bahan pembuatan mebel di Desa Nepen, Teras, Boyolali, ludes dilalap si jago merah, Minggu (8/10/2017). Tak ada korban jiwa dalam musibah yang terjadi sekitar pukul 02.00 WIB itu.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Minggu siang, musibah kebakaran tersebut kali pertama diketahui dua petugas satpam PT Hanil, Irfan Prawoto, 46, dan Wahyu Utomo, 48. Malam itu, mereka bertepatan giliran jaga malam di pabrik tak jauh dari lokasi kebakaran.

Sekitar pukul 02.00 WIB, kedua petugas satpam tersebut melihat jilatan api kemerah-merahan di tengah permukiman warga. Mereka pun bergegas mendekat dan memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

Setelah dilihat dari jarak dekat, ternyata gudang milik Marjono, 34, warga RT 008/RW 002, Desa Nepen, terbakar. Api kian hebat menyala lantaran di dalamnya terdapat banyak tumpukan kayu, seperti kayu nangka, akasia, serta sengon.

Tak hanya itu, di dalam gudang ukuran 12 meter x 10 meter itu juga terdapat sejumlah perkakas mesin potong kayu. Warga yang melihat peristiwa itu segera berdatangan dan bahu membahu membantu petugas pemadam kebakaran.

Api berhasil dipadamkan beberapa waktu setelah itu, namun seisi gudang telah ludes. Untuk kepentingan penyelidikan, aparat memasang garis polisi di lokasi kejadian.

“Menurut pengakuan korban, kerugian mencapai Rp100-an juta karena ada mesin kayu juga yang ikut terbakar,” ujar Kapolsek Teras, AKP Ahmad Nadiri, saat dihubungi Solopos.com.

Hasil penyelidikan sementara, menurut mantan Kapolsek Ngemplak ini, kebakaran dipicu hubungan pendek arus listrik (korsleting) di gudang. Hal itu berdasarkan keterangan korban kepada polisi.

“Dugaan itu dikuatkan juga dengan terjadinya korsleting beberapa kali sebelum musibah kebakaran itu terjadi,” tambah Nadiri.

Untuk mencegah terulangnya musibah kebakaran di wilayah Teras, Nadiri meminta masyarakat agar mengecek selalu kondisi kabel dan instalasi listrik lainnya di rumah atau bangunan.

Kejadian kebakaran paling banyak dipicu hubungan pendek arus listrik akibat kondisi instalasi listrik yang sudah rusak atau terkelupas. “Cek selalu kondisi kelistrikan di rumah jika terjadi korsleting. Ini sangat berpotensi memicu kebakaran,” imbaunya.

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…