Pekerja memperbaiki jalan di kawasan Wanawisata Waduk Kedung Ombo (WKO), Boyolali, Minggu (8/10/2017). (Istimewa/ Dokumen Pujiyanto/ Perangkat Desa Wonoharjo) Pekerja memperbaiki jalan di kawasan Wanawisata Waduk Kedung Ombo (WKO), Boyolali, Minggu (8/10/2017). (Istimewa/ Dokumen Pujiyanto/ Perangkat Desa Wonoharjo)
Minggu, 8 Oktober 2017 22:35 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

INFRASTUKTUR BOYOLALI
32 Tahun Dibiarkan Rusak, Jalan ke WKO Akhirnya Diperbaiki

Jalan ke WKO yang sudah sejak 1985 rusak akhirnya diperbaiki sejak sepekan lalu.

Solopos.com, BOYOLALI — Jalan raya penghubung wilayah Kecamatan Kemusu-Juwangi-Grobogan mulai diperbaiki sejak sepekan lalu. Masyarakat Boyolali wilayah utara menyambut suka cita perbaikan jalan yang rusak dan tak kunjung ditangani sejak 32 tahun lalu itu.

Perangkat Desa Wonoharjo, Kemusu, Pujiyanto, mengatakan saat ini perbaikan jalan raya dimulai dari depan ojek wisata Wanawisata, Wadung Kedung Ombo (WKO), Kemusu, sejauh 2 km. Perbaikan diawali dengan perataan dasar tanah menggunakan alat berat sebelum dilapisi aspal.

“Petugas sudah bekerja sejak sepekan ini. Warga Kemusu dan Juwangi menyambut gembira perbaikan jalan ini,” ujarnya kepada Solopos.com, Minggu (8/10/2017).

Pujiyanto mengatakan perbaikan jalan bakal menyambungkan ke wilayah Monggot, Kabupaten Grobogan, Juwangi, dan Kemusu. Dengan perbaikan jalan itu, akses warga Boyolali utara menuju Sumberlawang, Sragen, dan Solo akan mudah.

“Lebar jalan yang diperbaiki empat meteran. Ini cukup lebar untuk kendaraan roda empat jika hendak bepergian ke WKO sekeluarga,” terangnya.

Pujiyanto menilai jalan penghubung Juwangi-Kemusu-Grobogan itu sangat vital fungsinya. Selain menjadi akses utama warga di ketiga wilayah itu, jalan itu juga menjadi satu-satunya akses menuju objek wisata WKO.

“Kami berharap rencana perbaikan jalan ini menjadi penggerak ekonomi warga Boyolali wilayah utara serta warga Grobogan,” tambahnya.

Menurut Pujiyanto, perbaikan jalan dipastikan kelar pada Desember tahun ini. Hal itu sesuai rencana yang sudah disampaikan kepada warga dan juga papan pengumuman yang dipasang kontraktor di tepi jalan.

“Pelaksana proyek dari PT Daya Sampurna Sakti. Dana perbaikan proyek diambilkan dari Pemprov Semarang,” jelasnya.

Budi Siswanto, salah satu warga Juwangi menyambut gembira perbaikan jalan itu. Ia mengaku sudah lama tak melintasi jalan menuju Solo lewat Sumberlawang-Kemusu. Alasannya, kondisi jalan yang tak memungkinkan.

“Jika jalan sudah jadi, saya akan jajal kendaraan roda empat bareng menuju WKO,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Sulastri, pegawai kehutanan yang setiap hari melintasi Kemusu-Juwangi. Menurut Sulastri, jalan itu tak hanya membuka akses wisata di WKO. Lebih dari itu, jalan itu juga akan memutar roda ekonomi warga sekitar, khususnya di wilayah Boyolali utara.

Seperti diketahui, jalan di WKO rusak parah sejak 1985 silam, tepatnya ketika proyek raksasa pembangunan WKO dimulai. Sejak itulah, jalan mengalami kerusakan di mana-mana karena dilintasi truk-truk proyek. Setelah proyek WKO selesai, jalan pun dibiarkan terbengkalai sampai saat ini.

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…