Pengguna jalan melintas di jalur Pungsari-Sangiran, Kalijambe, Sragen, yang sedang diperbaiki, pekan lalu. (Kurniawan/JIBI/Solopos) Pengguna jalan melintas di jalur Pungsari-Sangiran, Kalijambe, Sragen, yang sedang diperbaiki, pekan lalu. (Kurniawan/JIBI/Solopos)
Minggu, 8 Oktober 2017 13:35 WIB Kurniawan/JIBI/Solopos Sragen Share :

INFRASTRUKTUR SRAGEN
Jalan Penghubung Museum Sangiran Diperbaiki Tahun Depan, Ini Nilai Anggarannya

Infrastruktur Sragen, jalan penghubung Museum Sangiran bakal diperbaiki tahun depan.

Solopos.com, SRAGEN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan peningkatan ruas-ruas jalan penghubung museum di Situs Sangiran pada 2018.

Kondisi ruas-ruas jalan itu menjadi sorotan peserta kajian strategis bertema Peluang dan Pengembangan Kawasan Sangiran sebagai World Heritage yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng), akhir September lalu.

Saat itu, Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran (BPSMPS), Sukronedi, mengatakan kondisi ruas jalan antarmuseum di Sangiran belum memadai, sempit, dan kondisinya rusak. Kondisi tersebut membuat agenda pengembangan wisata Sangiran belum bisa optimal.

Dia mencontohkan Museum Bukuran, Museum Manyarejo, dan Museum Ngebung belum ditarik retribusi. Kondisi tersebut langsung direspons Kepala DPUPR Sragen, Marija, saat ditemui wartawan akhir pekan lalu. Dia menjelaskan peningkatan ruas-ruas jalan itu jadi prioritas Pemkab pada 2018.

“Ruas-ruas jalan itu sebelumnya kan bukan jalan kabupaten. Baru tahun ini menjadi jalan kabupaten. Setelah statusnya berubah menjadi tanggung jawab Pemkab, kami langsung buat rencana peningkatannya. Ruas-ruas jalan itu menjadi prioritas peningkatan tahun depan,” ujar Marija.

Dia menerangkan ruas-ruas jalan itu akan dilebarkan menjadi sekitar 4,5 meter. Sedangkan konstruksinya akan dibuat cor beton bertulang.

Dengan konstruksi seperti itu dinilai lebih awet atau tak cepat rusak. “Tahun ini kami juga sudah mulai peningkatan jalur Pungsari-Sangiran,” kata dia.

Salah satu jalur penting menuju Sangiran itu ditingkatkan statusnya dengan konstruksi cor beton bertulang. Tapi baru sekitar 700 meter yang dikerjakan tahun ini.

Jalur tersebut dilebarkan menjadi lima hingga tujuh meter. Anggaran yang dialokasikan untuk peningkatan jalan itu sekitar Rp2,2 miliar.

Selain pengecoran jalan, proyek yang dikerjakan CV Brytama Mulya Sragen tersebut meliputi pembuatan talut jalan. Pembuatan talut dinilai penting agar jurang di pinggir jalan tak terus ambrol dan mengancam konstruksi jalan. “Anggaran itu sudah termasuk pembuatan talut,” sambung Marija.

Terpisah, anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan, Sunaryo, yang juga ikut kajian strategis pengembangan Situs Sangiran, menjelaskan peran semua pihak dibutuhkan untuk akselerasi kemajuan Sangiran. Salah satunya peran pemerintah daerah meningkatkan status jalan.

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…