Pekerja mengeruk saluran air di wilayah RT 003/RW 006 Kelurahan Joyotakan, Serengan, Solo, Sabtu (7/10/2017). (Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos) Pekerja mengeruk saluran air di wilayah RT 003/RW 006 Kelurahan Joyotakan, Serengan, Solo, Sabtu (7/10/2017). (Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos)
Minggu, 8 Oktober 2017 11:35 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Solo Share :

INFRASTRUKTUR SOLO
Drainase Diperbaiki, Jalan di Atas Saluran Air Joyotakan Dibongkar

Infrastruktur Solo, jalan di atas saluran air wilayah Joyotakan dibongkar untuk perbaikan drainase.

Solopos.com, SOLO — Bangunan penghubung antara jalan dengan rumah warga di sepanjang RT 001, 003, 005/RW 006 dan RT 002/RW 003 Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan, dibongkar untuk perbaikan saluran air di wilayah tersebut.

Saluran air diperbaiki melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, dana dari program Kotaku tak menutup kebutuhan biaya penutupan saluran di depan rumah-rumah warga itu.

“Warga akan secara swadana menutup saluran air yang ada di depan rumah masing-masing sebagai jalan penghubung,” kata Koordinator Unit Pengelola Lingkungan (UPL) LKM Pinilih Kelurahan Joyotakan, Yanto, saat berbincang dengan Solopos.com, Sabtu (7/10/2017).

Selama proyek perbaikan saluran air berlangsung, warga membuat anyaman bambu atau papan kayu sebagai akses sementara antara jalan dengan rumah. Saluran air di wilayah tersebut harus diperbaiki karena tidak berfungsi sehingga kawasan Joyotakan sering banjir atau tergenang saat curah hujan tinggi.

Yanto menjelaskan untuk saluran air yang selama ini tidak berfungsi atau air tidak bisa mengalir sama sekali akan diperlebar dengan diameter 40 sentimeter sedangkan bagian saluran yang mengalami penyempitan akan diperlebar sehingga diameternya menjadi 60 sentimeter.

Perbaikan saluran sepanjang hampir 800 meter diharapkan bisa efektif mengurangi risiko banjir atau genangan. Namun permasalahannya, jelas Yanto, saluran yang diperbaiki tidak berada di satu wilayah melainkan terbagi di RW 003 dan RW 006.

“Jadi di sepanjang RW 006 itu masih ada sebagian yang belum kena program perbaikan. Awalnya kami berharap semua diprioritaskan di RW ini agar dampaknya benar-benar efektif. Namun di tengah perjalanan harus dibagi dengan RW 003,” kata dia.

Untuk tahun depan, UPL LKM sudah berkoordinasi agar program Kotaku tahun depan difokuskan di satu wilayah agar dampak dari program tersebut lebih maksimal. Perbaikan saluran air di Joyotakan ditargetkan selesai akhir Oktober. Wilayah tersebut termasuk rawan banjir karena dekat dengan Sungai Tanggul dan Kali Wingko.

“Namun sebenarnya banjir itu bukan dari sungai karena fungsi pintu air dan alat pompa itu sudah cukup baik, justru yang selama ini berperan mengakibatkan banjir dan genangan di Joyotakan adalah banyaknya saluran air yang tertutup bangunan dan tidak berfungsi,” papar Yanto.

Warga RT 003/RW 006, Ninik, untuk sementara merelakan bangunan jalan di depan rumahnya dibongkar agar saluran air bisa diperbaiki sehingga wilayahnya terbebas dari banjir. “Ya enggak apa-apa nanti swadaya ditutup sendiri, yang penting manfaatnya warga di sini bebas banjir,” ujar Ninik.

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…