Jalan rusak di Desa Bombo, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jateng. (Facebook.com-Dedi Handoko) Jalan rusak di Desa Bombo, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jateng. (Facebook.com-Dedi Handoko)
Minggu, 8 Oktober 2017 12:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

INFRASTRUKTUR DEMAK
Jalan Rusak di Sayung Tak Kunjung Diperbaiki, Kades Jadi Sasaran

Infrastruktur berupa jalan rusak di kawasan Sayung, Demak yang tak kunjung diperbaiki memicu warganet menyalahkan kepala desa setempat.

Solopos.com, DEMAK – Jalan rusak di Desa Dombo, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng) yang belum diperbaiki memicu warganet di media sosial Facebook menyalahkan kepala desa (kades) setempat. Kondisi infrastruktur di satu di Kabupaten itu memang tampak rusak parah dan membuat penggunanya kesulitan melintas.

Ungkapan kekesalan warganet terhadap kades Dombo bermula dari foto yang diunggah pengguna akun Facebook Dedi Handoko di grup Facebook Warga Demak. “Desaku nak udan koyok ngene [Desaku jika dilanda hujan jadi seperti ini],” tulisnya pada keterangan foto jalan rusak yang ia unggah, Kamis (5/10/2017).

Dari foto tersebut, tampak jalan di Desa Dombo itu seperti jalan bubur lantaran dipenuhi lumpur. Pengguna jalan pun terllihat kesusahan saat melintas.

Warganet lantas ramai menyalahkan kades setempat dan menganggapnya tak memikirkan kelayan infrastruktur di wilayahnya. Bahkan, ada yang menganggap jalan rusak itu telah membuat malu warga Demak. “Lurahe ura mutu blas [Kadesnya tak berkualitas],” tulis pengguna akun Facebook To Ci War.

Tanduri pari luur..lurah e ben do meleek [Ditanami padi agar kadesnya membuka mata],” ungkap pengguna akun Facebook Agus Suwarno.

Waaahhhh……aku sbg wong demak melu isin [Saya sebagai warga Demak turut merasa malu],” tulis pengguna akun Facebook Heri Kiswanto.

Bukan hanya itu, sebagian netizen juga merasa heran lantaran masih terdapat jalan rusak di Kabupaten Demak. Pasalnya, menurut mereka, beberapa jalan rusak lainnya di Kabupaten Demak sudah mulai diperbaiki. “Demak plosok dalane wes mulus koyo pipine shahrini lho. Kok ijih ono dalan ngono. Ngisin2i Demak [Jalan di kawasan pelosok Demak saja sudah mulus, ini kok masih ada yang rusak? Memalukan],” tulis pengguna akun Facebook Agus Suwarno.

Demak rumangsaku yo dalan saiki cor kabeh..kok gonamu durung….luruhe ki picek ta iye lor [Menurut saya jalan di Demak sudah dicor semua. Kok di kawasan itu belum? Kadesnya bagaimana?],” ungkap pengguna akun Facebook Rony Mbalung.

Sementara itu, sebagian netizen lainnya menyarankan agar warga Desa Dombo langsung menanyakan masalah infrastruktur itu ke pemerintah desa setempat. Jika tak mendapatkan tanggapan, mereka menyarankan warga untuk mengadu ke Pemkab Demak agar cepat menadapatkan tindak lanjut. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…