Vlogger dengan nama David Bond berfoto dengan bocah-bocah di Jakarta (Youtube)
Minggu, 8 Oktober 2017 21:00 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Internet Share :

Heboh Vlogger yang Dituding Predator Seksual, Sekarang Lagi di Jakarta

Seorang vlogger menjadi trending sosmed karena dituding sebagai predator seksual perempuan Asia.

Solopos.com, SOLO — Media sosial (medsos) Facebook dihebohkan dengan isu seorang vlogger yang disebut sebagai predator seksual. Vlogger yang memiliki saluran Youtube bernama David Bond itu kini sedang berada di Jakarta.

Cerita tentang David Bond diunggah oleh pengguna akun Facebook Bel Nielsen, Jumat (6/10/2017). Dalam unggahannya, Bel Nielsen menyebut ada turis seks yang sekarang sedang di Jakarta.

Bel Nielsen menyebut turis itu biasa memakai nama akun David Bond, padahal menurut Bel, nama aslinya Steven Mapel. David disebut kerap membuat video tutorial mengenai cara mendapatkan teman perempuan. Kemudian Bel Nielsen mengklaim pria itu membuat video porno tanpa sepengetahuan pihak perempuan.

“Turis seks ini sudah di Jakarta. Dia senang bikin video Youtube di mana dia ‘mengajar’ cara mendapatkan cewek Asia melalui Tinder. Lalu dia bikin video seks tanpa minta izin dan menjual video itu online di sebuah website VIP. Setahu aku, dia udah lakuin hal itu di Taiwan, Vietnam, Thailand, dan Jepang sebelum datang ke Indonesia,” tulis Bel Nielsen.

Penelusuran Solopos.com, Minggu (8/10/2017), saluran Youtube David Bond memasang foto pria yang mirip dengan foto pria yang disebut Bel Nielsen itu. Dalam saluran itu, terdapat video-video layaknya vlog perjalanan (travel vlog) dengan kecenderungan mengunggah aktivitas David Bond dengan perempuan dari berbagai negara yang dia singgahi.

Foto-foto thumbnail video David Bond sebagian besar menampilkan perempuan-perempuan dengan baju seksi atau pose yang bisa dibilang menggoda. Tak jarang, David Bond memberi judul video yang sedikit vulgar, salah satunya video berjudul Pick Up Girl in Thailand Taking A Model Home in 90 Minutes (Gaet Gadis di Thailand, Bawa Pulang Model dalam 90 Menit).

“Bertemu seorang model di Kota Bangkok dan berhasil membawanya pulang dalam waktu 90 menit. Ini keempat kalinya saya melakukan ini. Dan yang ini saya merekam semuanya di video,” tulis David Bond di deksripsi video.

Saat ditonton, video tersebut berisi aktivitas seorang pria yang bertemu seorang perempuan di mal. Keduanya menghabiskan waktu di sebuah kafe, yang kemudian keduanya pulang ke penginapan si pria dengan menumpang taksi. Meski diceritakan baru kenal, tingkah keduanya mirip orang yang sudah lama kenal. Dalam video tersebut tidak ada adegan-adegan sensual yang menjurus ke pornografi hanya sesekali adegan ciuman dan berpelukan.

Namun, ada laman berbayar untuk menikmati video-video buatan David Bond selain yang diunggah di Youtube. Saluran Youtube David Bond diberi tautan ke website tersebut dengan sebutan Bonus Clips.

Ada beberapa website berbayar dengan nama David Bond, masing-masing menawarkan tips travelling ke beberapa negara di Asia. Mirip dengan video-video di Youtube, website milik David Bond menawarkan tips untuk mendekati perempuan-perempuan Asia dengan ganti bayaran beberapa puluh dolar Amerika.

Di Jakarta

Video terbaru di saluran David Bond menunjukkan aktivitas sang vlogger di salah satu perkampungan di Jakarta. Dalam video tersebut, sang vlogger melintasi perkampungan padat di pinggir sungai. Ia menyatakan pernah mengunjungi perkampungan itu sebelumnya bersama teman wanita.

Di salah satu momen, sang vlogger merekam perempuan berhijab lebar berjalan di sebuah gang. “Saya tak tahu apa namanya itu, tapi banyak yang menyebutnya hijab. Itu seperti hijan digabung dengan gaun panjang,” ucap sang vlogger. Tak hanya itu, sang vlogger sempat berkata pengalamannya di Indonesia akan menjadi semakin menarik kalau dia bisa berkenalan dengan perempuan berhijab.

Meski tuduhan sebagai seorang predator seksual belum benar-benar terbukti. Gerakan online untuk memboikot kebiasaannya sudah viral. Petisi online dibuat di laman change.org, yang meminta pemilik WordPress, Matt Wullenweg, untuk segera memboikot website David Bond yang menjual video-video tersebut.

Mengenai tudingan sebagai predator seksual, pengguna akun Facebook David Hunter yang menjadi admin grup Facebook David Bond, membantahnya. Diberitakan Detik.com, Minggu, akun David Hunter yang mengaku sebagai David Bond menyangkal tuduhan itu.

“Itu 100% bohong. Saya ini David Bond. Orang-orang membaca berita yang sudah usang dari 2014, berita dari Hong Kong tentang saya membuat video seks. Mereka percaya tanpa adanya bukti,” tulis akun David Hunter.

David Hunter menganggap isu ini disebar oleh orang-orang yang membencinya. “Itu adalah cerita bohong. Tak ada video seks. Bila ada, mana buktinya? Mana situsnya? Ini cuma rumor yang disebarkan orang-orang iri dan ingin menyakiti saya,” tulis David Hunter.

lowongan pekerjaan
Marketing dan Surveyor, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…