Ayunan duduk di taman bermain Denggung rusak, Jumat (6/10). Alat permainan itu tidak bisa berfungsi untuk ayunan melainkan untuk tempat duduk saja. (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja) Ayunan duduk di taman bermain Denggung rusak, Jumat (6/10). Alat permainan itu tidak bisa berfungsi untuk ayunan melainkan untuk tempat duduk saja. (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja)
Minggu, 8 Oktober 2017 02:20 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Duh, Fasilitas Mainan di Taman Bermain Denggung Banyak yang Rusak

Sejumlah peralatan bermain di Taman Dengung Sleman rusak

Solopos.com, SLEMAN- Sejumlah peralatan bermain di Taman Dengung Sleman rusak. Kondisi itu dikeluhkan oleh warga yang berkunjung di lokasi tersebut.

Agus Munajat, warga Triharjo Sleman mengatakan, kerusakan alat-alat permainan itu sudah berlangsung dalam beberapa pekan lalu. Beberapa alat permainan anak-anak yang rusak itu sampai saat ini masih belum di tangani oleh pihak terkait. “Padahal ini ruang terbuka hijau yang banyak dikunjungi orang. Kalau bisa segera diperbaiki,” katanya kepada Solopos.com, Jumat (6/10/2017).

Harapan senada disampaikan Devina, warga Sinduadi, Mlati. Menurut dia, peralatan bermain di taman itu sebenarnya banyak digunakan anak-anak. Meski begitu, tidak sedikit remaja dan orangtua yang juga menggunakannya.

“Ayunan itu misalnya banyak juga dipakai orang dewasa. Mungkin kelebihan beban, kemudian rusak,” katanya.

Selain kerusakan sarana bermain, pengunjung juga meminta agar dilakukan pemasangan konblok di sekitar lokasi. Hal itu dibutuhkan agar lokasi taman tidak becek selama musim penghujan.

Begitu juga dengan peralatan penerangan di lokasi itu. “Kalau terang kan kondisinya juga bagus, tidak remang-remang. Malam anak-anak juga bisa bermain,” katanya.

Dari pengamatan Solopos.com, kerusakan alat permainan di lokasi itu cukup parah. Beberapa ayunan dengan tempat duduk sudah putus dan tidak memenuhi standar. Ayunan itu bahkan tidak berfungsi lagi kecuali untuk tempat duduk. Bahkan fasilitas jungkat-jungkit di taman itu patah jadi dua.

Selain itu, beberapa cat pada besi yang digunakan untuk permainan juga banyak yang mengelupas. Sebagian lainnya sudah berkarat. Alat-alat bermain yang rusak itu hanya dibiarkan teronggok. “Itu yang sepeda ada yang sudah tidak lengkap. Stangnya tidak ada, cuma pedalnya saja,” kata Agus.

Sekadar diketahui, ruang terbuka hijau (RTH) Denggung awalnya berfungsi sebagai hutan kota. Dalam perkembangannya, kawasan itu difungsikan sebagai taman bermain oleh Pemkab Sleman.

Total luas kawasan itu 22.400 meterpersegi termasuk lapangan. Selain di lengkapi alat-alat permainan, kawasan tersebut juga dijadikan pusat ekonomi warga. Sejumlah PKL dan permainan modern juga melengkapi area itu.

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…