Minggu, 8 Oktober 2017 04:20 WIB Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

BPBD Kulonprogo Masih Salurkan Bantuan Air Bersih, tapi Sasaran Lebih Diseleksi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulonprogo masih berupaya menyalurkan bantuan air bersih

Solopos.com, KULONPROGO-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulonprogo masih berupaya menyalurkan bantuan air bersih dari pihak ketiga kepada masyarakat di wilayah rawan kekeringan. Namun, kegiatan itu dilakukan secara lebih selektif.

Kepala BPBD Kulonprogo, Gusdi Hartono mengatakan hujan memang sudah terjadi beberapa kali selama masa pancaroba. Meski begitu, hal itu tidak serta-merta mengakhiri masalah kekeringan yang dihadapi delapan kecamatan di Kulonprogo. “Walau sudah hujan, air dari sumber itu belum keluar. Kalaupun keluar, biasanya kotor,” ucap Gusdi, Jumat (6/10/2017).

Menurut Gusdi, bantuan air bersih masih dibutuhkan saat musim pancaroba seperti sekarang. Sebagian masyarakat sebenarnya telah berusaha memenuhi kebutuhan air dengan caranya sendiri, seperti menyiapkan tadah hujan atau menyaring air yang cenderung kotor dari sumber tertentu. Namun, BPBD Kulonprogo tetap harus responsif jika masih ada kesulitan mendapatkan air bersih.

Stok bantuan air bersih dari pihak ketiga setidaknya masih tersedia 50 tangki. BPBD Kulonprogo selalu berkoordinasi dengan donatur bersangkutan dan menerangkan kondisi terkini di wilayah rawan kekeringan. Setiap proposal atau permohonan bantuan air bersih dari masyarakat akan ditindaklanjuti dengan verifikasi lapangan.

“Intinya dropping masih siap tapi harus selektif. Kalau memang masih sudah, kita kirim. Kalau ada sumber lain yang bisa dipakai, ya nanti dulu,” kata Gusdi.

Gusdi lalu kembali mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi musim pancaroba. Setidaknya ada tiga jenis bencana alam yang rawan terjadi, yaitu longsor, banjir, dan angin kencang.

Dia juga menyarankan warga menebang pohon besar yang sudah lapuk di sekitar tempat tinggal masing-masing atau setidaknya memangkas dahan yang terlalu lebat. Hal itu diharapkan mengurangi resiko ancaman pohon tumbang.

Sebelumnya, Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kulonprogo, Miskijo juga mengungkapkan permohonan bantuan air bersih diperkirakan masih akan berdatangan hingga awal musim penghujan. “Kemungkinan bisa sampai Oktober atau November. Pada awal penghujan, sumber air biasanya masih minim,” ujar Miskijo.

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…