Warga menunggu mengurus refund terkait permasalahan umrah promo di Kantor First Travel, Jakarta Selatan, Rabu (26/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Sigid Kurniawan)
Minggu, 8 Oktober 2017 22:00 WIB Samdysara Saragih/JIBI/Bisnis Hukum Share :

Besok Syahrini Diperiksa, Soal Dugaan Umrah Rp1 Miliar Dibiayai First Travel?

Syahrini Senin (9/10/2017) besok akan diperiksa. Salah satu yang disorot publik adalah dugaan umrah yang dibiayai First Travel.

Solopos.com, JAKARTA — Penyanyi Syahrini masih bersikukuh tidak pernah menerima duit dari manajemen PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel dalam kontrak kerja sama dua belah pihak.

Arman Hanis, kuasa hukum Syahrini dari firma Hanis & Hanis Advocates, mengatakan posisi kliennya masih sama seperti pemeriksaan pertama penyidik Badan Reserse Kriminal Polri. Syahrini mengaku hanya mendapatkan diskon sebesar 50% biaya umrah paket reguler, sedangkan 11 anggota keluarganya membiayai sendiri tanpa potongan harga.

“Sudah jelas hak dan kewajiban masing-masing. Jadi posisi masih sama,” katanya kepada Bisnis/JIBI, Minggu (8/10/2017) sore.

Padahal, para tersangka menyebutkan bahwa First Travel membiayai keberangkatan umrah Syahrini dan keluarganya. “Ada beberapa keterangan dari para tersangka bahwa mereka memberangkatkan Syahrini dan keluarganya,” kata Kepala Subdit V Tindak Pidana Umum Kombes Pol Dwi Irianto di Kantor Bareskrim, Jakarta, Jumat (6/10/2017).

Bahkan, staf First Travel mengatakan bahwa pemberangkatan keluarga Syahrini tersebut menghabiskan biaya lebih kurang Rp1 miliar. Baca juga: First Travel Mengaku Biayai Umrah Keluarga Syahrini Rp1 Miliar.

Bareskrim Polri berencana memanggil kembali Syahrini untuk pemeriksaan sebagai saksi, Senin (9/10/2017) besok. Salah satu perkembangan terbaru dari penyidikan adalah pengakuan pemilik First Travel bahwa Syahrini kecipratan dana untuk pemberangkatan rombongan keluarganya ke Tanah Suci.

Dana tersebut diduga berasal dari duit jemaah umrah yang digelapkan oleh Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan. Pasangan suami-istri yang merupakan pemilik sekaligus direksi First Travel ini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Meskipun ada beda kesaksian, Arman meyakini Syahrini tidak akan dikonfrontasi dengan kedua tersangka tersebut. Sang klien berbekal bukti-bukti berupa perjanjian kerja sama dan nota pembayaran yang telah diserahkan saat pemeriksaan pertama. “Menurut pendapat saya, kemungkinannya tidak dikonfrontasi,” ujar Arman.

Sebelumnya, Syahrini membantah semua pemberitaan yang menyudutkan dirinya menerima dana nasabah First Travel. “Tidak ada seperti yang diberitakan kalau keberangkatan saya di-endorsed,” ujarnya.

Bahkan, dia mengaku tidak akan mau bekerja sama andai lebih dulu mengetahui bahwa First Travel menggelapkan dana jemaahnya. Menurutnya, perjalanan umrah semata-mata bertujuan ibadah bukan untuk kepentingan komersial.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…