Penyanyi Syahrini berjalan untuk menjalani pemeriksaan kasus biro perjalanan First Travel di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu (27/9/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Fandi)
Minggu, 8 Oktober 2017 20:30 WIB Samdysara Saragih/JIBI/Bisnis Hukum Share :

Besok Diperiksa Soal Umrah First Travel, Syahrini Belum Pasti Datang

Syahrini belum pasti datang dalam pemeriksaan dirinya soal umrahnya melalui First Travel.

Solopos.com, JAKARTA — Penyanyi Syahrini belum dapat memastikan apakah akan menghadiri pemanggilan Bareskrim Polri, Senin (9/10/2017), untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan penipuan dana jemaah umrah PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel.

“Sampai sekarang saya belum dapat konfirmasi dan info dari klien,” kata Arman Hanis, kuasa hukum Syahrini, ketika dimintai konfirmasi Bisnis/JIBI, Minggu (8/10/2017) sore.

Rencana pemeriksaan ini merupakan kali kedua setelah Syahrini diperiksa penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim pada Rabu (27/9/2017) lalu. Ketika itu, Sang Princess dicecar sebanyak 18 pertanyaan oleh penyidik selama 1 jam.

Arman mengungkapkan pemeriksaan pertama berlangsung cepat karena kliennya hendak meminta izin buat mengadakan show. Artinya, agenda pemeriksaan besok akan melanjutkan rangkaian pertanyaan yang tertunda dalam kesaksian pertama.

Syahrini diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan, pemilik sekaligus direksi biro perjalanan First Travel. Keduanya diduga menggelapkan dana nasabah calon jemaah umrah First Travel.

Dalam pemeriksaan pertama, Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol. Herry Rudolf Nahak mengatakan Syahrini-First Travel memiliki nota kesepahaman (MoU) yang berisi kewajiban masing-masing pihak.

Syahrini mendapatkan diskon 50% biaya umrah paket reguler plus dengan kewajiban memuat foto perjalanannya di media sosial. Perjalanan pelantun lagu Sesuatu ke Tanah Suci dilakukan bersama 11 orang anggota keluarganya, tetapi mereka diklaim tidak mendapatkan potongan harga seperti halnya Syahrini.

Menurut Herry, Syahrini tidak menjawab semua pertanyaan penyidik dengan alasan lupa. Meski demikian, dia belum dapat memastikan apakah akan mengkonfrontasi perempuan kelahiran Jawa Barat itu dengan tersangka Andika dan Anniesa.

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…