Pencuri di Mal Aeon JGC diberi hukuman sosial agar orang-orang tahu perbuatannya (Facebook)
Minggu, 8 Oktober 2017 16:30 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Tak Berkategori Share :

3 Hari Mengutil Senilai Rp29 Juta di Mal, Perempuan Ini Dapat Sanksi Sosial & Diviralkan

Mal Aeon Jakarta Garden City di Cakung, Jakarta Timur baru dibuka pada 30 September 2017.

Solopos.com, SOlO — Aksi pengutil di Mal Aeon Jakarta Garden City (JGC), Cakung, Jakarta Timur, dapat digagalkan tim sekuriti mal. Perempuan yang diringkus mengaku sudah melakukan aksinya sebanyak tiga kali. Padahal, pada saat ditangkap, Selasa (3/10/2017), Mall Aeon JGC baru buka selama empat hari mulai Sabtu (30/9/2017).

Sebelum diproses oleh pihak yang berwajib, perempuan yang tertangkap basah mengutil itu mendapatkan hukuman sosial. Dia diminta berdiri mal yang ramai. Di lehernya dikalungkan keterangan kalau dirinya seorang pencuri yang sudah merugikan mal senilai kurang lebih Rp29 juta. Cerita dan foto-foto saat si pencuri mendapat hukuman sosial diunggah oleh pengguna akun Facebook Erny Gunawan, Selasa (3/10/2017).

“Bayangin aja, baru tiga hari mal Aeon di JGC buka, si Ibu sudah beraksi 3 kali dan total yang dimaling jumlahnya fantastis. Iya, Rp29 juta yang diakui, sisanya yang tidak disebutkan berapa? Hanya dia dan tuhan yang tahu,” tulis akun Erny Gunawan.

Dari keterangan Erny Gunawan si pengutil tidak hanya beraksi di bagian supermarket. Dia juga mencuri pakaian-pakaian, mainan, tas, hingga sepatu. Si pelaku dikabarkan memiliki alat khusus untuk melepas segel pengaman di produk yang akan dicuri.

“Saya semapt iseng bertanya pada satpam,bagaimana bisa Rp29 juta itu banyak lho, apalagi kalau di supermarket, butuh berapa troli? Bagaimana juga bawanya? Ternyata si maling tidak hanya di supermarket, tetapi di bagian baju, mainan, tas, sepatu, dan lain-lain,” tambah Erny Gunawan.

Foto orang yang mendapat sanksi sosial itu sontak mendapat komentar beragam dari warganet.
“Mukanya gitu amat, kayak ga malu apa ga nyeles gitu,” tulis akun Aldiy Pramita.
“Eling Mbak, eling, orang mah kerja mpot-mpotan buat bisa beli ini itu, lo situ malah maling, enak banget,” tulis akun Madina Tul Munawaroh.
“Aduh, meskipun ibu ini melakukan tindakan tidak terpuji, tak seharusnya foto ini dipampang di medsos. Sebaiknya diserahkan pihak bewajib saja,” tulis akun Mefony Sima.

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…