Pasir di Pantai Baron, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari yang terkikis gelombang tinggi. Senin (5/6/2017) (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja) Pasir di Pantai Baron, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari yang terkikis gelombang tinggi. Senin (5/6/2017) (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja)
Sabtu, 7 Oktober 2017 00:20 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Penataan Perahu Nelayan Pantai Baron, Pokdarwis Tidak Mau Ikut Campur

Karena nelayan juga memiliki hak yang sama di Pantai Baron

Solopos.com, Gunungkidul-Terkait penataan perahu nelayan Pantai Baron, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Baron akan menyerahkan kepada nelayan dan pemerintah.

Ketua Pokdarwis Pantai Baron Edi Supomo mengungkapkan, terkait penataan perahu nelayan harus dilakukan komunikasi yang intensif antara nelayan dengan pemerintah. Tujuannya, agar terjadi kesepemahaman. “Kami tidak akan turut mencampuri karena nelayan juga memiliki hak yang sama di Pantai Baron,” ungkap dia, Kamis (5/10/2017).

Baca juga : Penataan Pantai Baron, Belum Ada Komunikasi Formal

Sementara itu, Koordinator Satlimas Rescue Istimewa Wilayah II Marjono mengaku belum ada komunikasi intensif mengenai penataan pantai. Kendati demikian, ia berpendapat penataan memang perlu dilakukan, terlebih dari segi kebencanaan dan keselamatan pengunjung.

Sebagai pihak yang selama ini bertanggung jawab terhadap keselamatan pengunjung di Pantai Baron, menurutnya fasilitas keselamatan dan keamanan perlu ditingkatkan. Salah satu yang dinilinya mendesak adalah pembuatan tanggul untuk mengantisipasi abarasi yang setiap tahun selalu terjadi.

“Kalau menurut saya yang paling mendesak ya pembuatan tanggul agar dampak abrasi tidak semakin meluas, karena setiap tahun abrasi selalu terjadi,” kata Marjono.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Gunungkidul Drajat Ruswandono mengatakan, penataan pantai akan dimulai dari Pantai Baron. “Nanti parkir perahu nelayan akan ditempatkan di balik bukit, terus tanggul timur dan tanggul barat akan kita buat tingginya 1,5 meter sampai 2 meter, kiri-kanan dari selatan ke utara,” kata dia.

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…